Pasuruan - Tanah bekas pengerjaan galian menumpuk di sepanjang Jalan Dr. Wahidin Utara, tepatnya depan exs. Pabrik Pembalut. Tumpukan tanah cukup tinggi dan memenuhi sepanjang pinggir jalan dan sekitarnya dimana mengganggu penguna jalan dan aktifitas warga setempat yang hendak melintas.

Pantauan "Analisa", selasa (21/11), ruas jalan yang sebelumnya bersih dan indah tersebut kini menjadi sebaliknya, Tumpukan-tumpukan tanah dan bebatuan tersebar di sepanjang jalan hingga tak enak di pandang dan menyulitkan para pengendara yang melewati jalan tersebut .

Sepanjang Jalan Dr. Wahidin Utara menuju Jalan Untung Suropati mengalami Penyempitan bahu jalan. Selain penyempitan, jalan juga dipenuhi tanah bekas galian proyek yang seharusnya oleh pihak rekanan CV. KESAN JAYA segera di angkut dan di buang ketempat yang layak mengingat sangat mengganggu aktifitas warga terutama rumah-rumah warga yang berada di depan jalan dan pengguna fasilitas umum.

"Sudah lama kondisi jalan jadi begini sejak dibongkar untuk proyek galian . Sampai sekarang belum kembali dimuluskan," ujar salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya. Tampak tumpukan tanah juga masih menimbun di depan rumah warga yang masih dalam pengerjaan.

Mohamad H. Sekretaris Lembaga Garda Indonesia juga menyayangkan adanya tumpukan bekas galian tersebut. " Saya sangat menyayangkan dengan adanya tumpukan tanah bekas galian proyek itu.

Seharusnya pihak-pihak dinas terkait harus tanggap dan segera di tangani sehingga aktifitas proyek pemerintahan yang bersumber dari APBD Pasuruan Kota itu berjalan tanpa mengganggu aktifitas warga setempat dan para pengguna jalan yang melintas di jalan tersebut.

Apalagi di wilayah itu kan ada salah satu anggota dewan kota dari Fraksi PDIP yang tinggal di daerah tersebut ya masak di biarkan begitu saja, minimal ada peneguran lah dari pihak-pihak terkait ke pelaksana proyek," Ujarnya.

R.Hidayat.




Jember- Cuaca hujan yang terjadi sepanjang waktu pada Hari Kamis 16/11/2017 dan beberapa hari terdahulu sejak pagi hari hingga sore hari yang merata diberbagai tempat tentunya sangat riskan terhadap terjadinya bencana alam, baik bencana banjir, tanah longsor dan lain-lain.

Untuk itu sejak beberapa hari ini Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf Rudianto telah memerintahkan kepada anggota dan jajarannya untuk meningkatkan monitoring wilayah, hal tersebut tentunya untuk meningkatkan ketanggap segeraan apabila ada kejadian yang menonjol diwilayah.
Hal tersebut tentunya sangat beralasan karena beberapa hari ini ada saja rumah hancur yang tertimpa patahan pohon, longsor namun kejadian-kejadian tersebut tidak sampai memakan korban jiwa, untuk itu perlu adanya peningkatan kewaspadan kita semua terhadap perkembangan situasi diwilayah.

Dalam wawancaranya lewat tilpon terkait perkembangan cuaca akhir-akhir ini Komandan Kodim 0824 berpesan kepada anggotanya untuk meningkatkan monitoring wilayah tanggung jawabnya masing-masing sehingga dapat bertindak cepat apabila ada kejadian bencana diwilayahnya dan mampu meminimalisir korban utamanya korban manusia.

Demikian halnya kepada masyarakat  Jember Letkol Inf Rudianto menghimbau agar meningkatkan kewaspadaannya, amati ranting-ranting pohon disekitarnya kalau memang membahayakan segera koordinasikan dengan aparat setempat untuk dipotong, waspadai cuaca yang seperti sekarang ini yang sangat rawan terjadinya berbagai bencana.

Bahkan tidak hanya rawan bencana namun pada musim pancaroba ini juga rawan adanya penyakit, untuk itu jaga kebersihan lingkungan kita, apabila ada saluran air yang tersumbat dan tidak jalan segera adakan kerja bakti dan lain-lain. imbuh Letkol Inf Rudianto.
Letkol Inf Rudianto selama ini memang salah satu pejabat  sangat peduli terhadap kondisi lingkungan, saat ditanyakan apa alasannya, Letkol Inf Rudianto dengan tegas menyatakan yang pertama tugas pokok TNI adalah menjaga keselamatan bangsa dan keutuhan NKRI, terkait dengan itu menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan adalah hal yang sangat mendasar dan ada disekitar kita semua yang harus terkondisikan lebih dahulu.

Karena dengan pertimbangan kondisi saat ini ancaman  keselamatan bangsa adalah bencana, wabah penyakit dan lain-lain karena kondisi lingkungan kita sendiri, untuk itu saya sering mengajak  dan menghimbau masyarakat untuk membiasakan hidup bersih, kalau kali kita bersih, lingkungan kita bersih kesehatan masyarakat pastinya meningkat, dengan kesehatan masyarakat yang mantap tentunya pertahanan negara akan semakin kuat, itulah kira-kira alas an singkatnya. Tegas Letkol Inf Rudianto. (sis24)



Tribunus Pasuruan - Pembangunan infrastruktur jalan yang merata belum dirasakan masyarakat di Dusun Gunungsari dan Desa kalipucang Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan. Jalan yang menghubungkan dua desa tersebut kondisinya sangat memprihatinkan.

Selain bebatuan koral jalan yang terkupas yang berserak, jalan berlubang, saat hujan turun, jalan tersebut dipenuhi air pada lubangnya sehingga mengganggu masyarakat yang melaluinya dan tak jarang terpeleset karena jalan yang buruk.

"Kondisi jalan ini mengkhawatirkan, kerusakan ini bisa menyebabkan kecelakaan," kata salah satu warga tanpa menyebutkan nama, Sabtu (18/11/2017).

Warga setempat sangat berharap jalan tersebut segera di benahi lebih-lebih akses jalan sangat penting demi kelancaran para petani. Namun hingga menjelang akhir tahun 2017 ini, jalan belum juga diperbaiki.

"Sudah sudah lama hingga sekarang belum sama sekali jalan ini tersentuh pembangunan," imbuhnya. Dengan kondisi jalan yang rusak tersebut, masyarakat mengalami kesulitan dalam beraktifitas. "Saya harap pemerintah jangan tutup mata dengan kondisi jalan di desa kami ini,lebih-lebih di sini juga tempat tinggal salah satu  perwakilan dewan Kab. Pasuruan Pak Jurianto, " ungkapnya.

Anto.


Sidoarjo - Gencarnya isu miring terkait camat Buduran Sidoarjo santer di kalangan pejabat pemerintah hingga tercium bau aroma politik. Mencari kelemahan dan kesalahan pihak Camat sudah menjadi sepak terjang para politikus.

Dalam kasus ini, memang menjadi tanda tanya besar, apakah ?? isu yang menerpa camat tersebut ada unsur politik dalam perebutan dan mendapatkan kursi jabatan !!

Adanya tudingan pèrtama bahwa pihak camat Sentot Kunmardianto telah melakukan tindakan asusila kepada seseorang gadis hingga dilaporkan kepihak aparat kepolisian. Ditambah lagi isu bahwa camat Buduran telah menikahi seorang gadis berinisial PM (19). Tidak menutup kemungkinan besok ada lagi perihal yang menjadi bahan untuk menjatuhkan martabat sesosok Camat dan moril keluarganya.

Seperti hal yang disampaikan orang tua PM gadis yang berumur 19th, bernama bapak Riyanto 60th, dan ibu Supinah 55th, pada Jum'at (17/11) tadi siang di kediaman nya di jalan Kali Pecabean Sidoarjo. Dihadapan sejumlah wartawan, pihak nya mengklarifikasi atas tudingan putrinya yang di isukan telah dinikahi oleh seorang Camat jelas dibantahkan dan di anggap tidak benar.

"Kabar itu tidak benar, putri saya belum menikah dan identitas nya masih bersetatus mahasiswa. Itu hanya isu yang ingin menjatuhkan pak camat," ujar ayah PM bapak Riyanto dihadapan sejumlah wartawan (17/11).

Sementara itu ibu Supinah 55th, munuturkan kepada wartawan bahwa putrinya tidak ada masalah. Isu-isu yang di hembuskan mungkin ada unsur kepentingan.

"Biarkan saja orang berkata apa. Tuduhan itu hanya untuk menjatuhkan pak camat, saya harap pak camat Sentot juga selalu sabar dan tabah. Dan mudah mudahan beliau bisa melewati rintangan yang di alami pak camat," pungkas ibu Supinah (17/11).

Supinah juga menambahkan warga itu tidak tahu menahu tentang didalam keluarga saya terutama tentang putri saya. Silahkan jika ingin jelas tanyakan ke ayah nya atau ibunya yang lebih tahu. Jangan sebar isu dan omongan yang tidak jelas hingga dapat merugikan seseorang, tambahn Supinah.

Sementara itu pihak camat Buduran Sidoarjo Sentot Kunmardianto menjelaskan terkait kabar miring yang ditujukan dirinya, "Insya Allah saya bisa melewati ini semua, Tuhan selalu memberi cobaan terhadap hambanya yang sudah di ukur sesuai kemampuan hambanya." Ungkap Camat Buduran (17/11).

Biarkan saja yang penting selalu berbuat baik dan sabar dalam permasalahan yang dialami. Doa kan saja masalah ini cepat berlalu dan kiranya saya bisa melayani masyarakat yang membutuhkan pelayanannya, imbuh Sentot.

Anto.

PASURUAN

[Pasuruan][fbig1][#e74c3c]

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.