TRIBUNUS - CO. ID - Kediri : Pemerintah Desa Badas Kecamatan Badas Kabupaten Kediri melalui program pemberdayaan, Sabtu pagi melaksanakan kegiatan pelatihan mengurus dan merawat jenazah yang dilaksanakan di Balai Kelurahan Desa Badas
Sabtu 16/12/2017

Diikuti sebanyak 148 orang dari perwakilan Rt / Rw se Desa Badas ,perangkat desa, warga Nahdiyin dan sejumlah pemuda pemudi Desa Badas,kegiatan ini merupakan baru pertama kali dilaksanakan di Kecamatan Badas, harapanya adalah para warga bisa membantu dan mengurus jenazah di lingkungan masing masing ketika terjadi ada orang yang meninggal dunia

Kepala Desa Badas,Nur Said, SE dalam sambutanya menyampaikan ucapan terima kasih sebanyak banyaknya kepada para peserta yang akan mengikuti tersebut hingga selesai, dan juga kepada pihak dari Pengurus NU Ranting Badas,Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dan UPTD Puskesmas Kecamatan Badas yang turut serta mendukung dan membantu pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah Desa Badas

Kami dari pemerintahan Desa Badas sengaja melaksanakan kegiatan ini untuk masyarakat dalam pemberdayaan manusia,tujuanya adalah membangun potensi kesadaran serta pembekalan ilmu yang berhadapan langsung dengan lingkungan
masyarakat

Dimulai pukul 08:00 wib para peserta diberikan materi membahas tentang bagaimana cara mengurus dan merawat jenazah hal ini disampaikan oleh pengurus Tanfidiyah NU Ranting Badas Kyai Munawar dan KH Muhaimin

Para peserta juga diberikan buku materi dan setelah mengikuti kegiatan juga diberikan sertifikat pelatihan,disela sela kegiatan pemerintah Desa Badas melalui panitia pelaksana memberikan sesi tanya jawab kepada para peserta yang belum paham dengan materi yang disampaikan bahkan diluar materi

Uniknya dari panitia, juga memberikan doupres hadiah kepada para peserta tentunya dengan menjawab pertanyaan dari panitia, terlihat para peserta berlomba lomba mengacungkan jempolnya supaya dapat dipilih oleh panitia untuk menjawab pertanyaan, hadiahnya sederhana mulai dari jam dinding, payung ,sarung, handuk dan lain lain, pertanyaan yang diberikan adalah seputar kepemerintahan Desa Badas yakni dengan menyebut siapa nama kades, nama camat, nama ibu pkk, jumlah dusun, rt /rw dan lain lain,meskipun mudah namun peserta banyak yang belum tahu tapi suasana yang sangat menghibur

Dari Tanfidiyah juga sama memberikan pertanyaan tentang materi yang sudah disampaikan ,siapapun peserta yang berhasil menjawab akan mendapatkan hadiah langsung

Hingga pukul 12:00 wib acara dilanjutkan dengan praktek mengurus dan merawat jenazah, mulai dari cara mengetahui tanda tanda orang yang sudah meninggal, memandikan dan mengkafani.adapun media yang digunakan dalam praktek tersebut adalah berupa boneka orang, yang langsung dipraktekan para peserta dihalaman kantor Desa Badas dengan dipandu oleh Tanfidiyah NU Ranting Badas sesuai dengan syariat agama islam

Acara berlangsung dengan lancar hingga menjelang malam para peserta diharapkan dapat menyerap materi maupun fasilitas yang diberikan oleh pemerintah Desa Badas melalui program pemberdayaan manusia, supaya bisa digunakan dilingkungan masing masing ketika terjadi orang meninggal dunia"tutur kades Badas ,Nur Said.SE

( Harry)



TRIBUNUS.ANTARA.COM - Kediri : Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dan UPTD Puskemas Badas berikan penyuluhan kesehatan dan HIV/AIDS kepada masyarakat Desa Badas di acara pelatihan mengurus jenazah yang diadakan oleh pemerintah Desa Badas Kecamatan Badas Kabupaten Kediri bertempat di balai kelurahan Desa Badas
Sabtu 16/12/2017

Virus HIV/AIDS sangatlah berbahaya ,untuk mencegah terjadinya penularan perlu adanya tindakan yang harus diperhatikan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri seksi P2M, bapak Kharisun SKM, MPH menyampaikan bagaimana mengantisipasi pencegahan terhadap penularan penyakit melalui jenazah, tindakan yang perlu diperhatikan adalah menyiapkan alat alat diantaranya masker, kacamata, sarung tangan dan sepatu boot setelah itu baru mengurus dan memandikan jenazah

Setelah selesai memandikan, alat alat yang dipakai tersebut didesinfektan dengan cairan Bayklin ukuran 2,5 liter dicampur dengan 22.5 liter air

Kordinator P2M Puskesmas Badas,Bapak Nurwiyana dan Dr. R.A Erlangga juga menjelaskan bahwa virus HIV/AIDS sangat berbahaya bagi kesehatan dan bahkan dapat mengancam keselamatan hidup manusia, orang yang meninggal dunia terinveksi virus HIV/AIDS juga bisa menular terhadap orang yang sedang merawat jenazahnya, salah satu cara untuk mencegah penularan tersebut yakni dengan menggunakan alat alat seperti yang sudah disampaikan oleh bapak Kharisun SKM,  MPH tadi.dan saat memandikan jenazah baik itu jenazah terindikasi virus HIV/AIDS maupun tidak cara ngurusnya sama dan menghindari untuk tidak dipangku namun menggunakan media Bed (alas meja)

Diharapkan masyarakat waspada dan mencegah jika dirasa terindikasi sesegera datang ke tempat pelayanan kesehatan terdekat supaya mendapatkan pertolongan oleh dokter

Kegiatan tersebut diikuti oleh warga masyarakat Desa Badas dengan berbagai elemen, perangkat desa, tokoh agama, pemuda Gp Ansor,fatayat dan Muslimat sehingga diharapkan peranya bersama sama untuk menjaga dan menghindari virus HIV/AIDS dilingkungan masing masing

(Harry)


TANGGERANG – Presiden Joko Widodo mengapresiasi sejumlah inovasi di bidang ekonomi kerakyatan yang telah dikembangkan oleh kader-kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.

Apresiasi tersebut disampaikan Kepala Negara saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tiga Pilar PDI-Perjuangan, pada Sabtu, 16 Desember 2017, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang.

Rakornas tersebut mengusung tema Berdikari untuk Indonesia Raya.

“Saya sangat bangga terhadap inovasi-inovasi kerakyatan yang telah dikembangkan oleh kader-kader PDIP,” ujar Presiden.

Meskipun demikian, Presiden tak ingin berpuas diri. Ia mengajak para kader PDI-Perjuangan untuk terus menumbuhkan semangat berdikari, gotong royong, dan kerja sama guna mewujudkan Indonesia yang berdaya saing tinggi serta bisa memenangkan persaingan global.

“Tugas berat itu membutuhkan kerja sama, kerja bareng antar kita. Dengan semangat gotong royong, wajib kita perkuat. Cita-cita membangun keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ungkap Presiden.

Lebih lanjut Presiden menyatakan bahwa semangat berdikari jugalah yang mendasari pemerintah untuk terus membangun Indonesia dari pinggiran dan desa serta memberdayakan masyarakat bawah.

“Semangat Berdikari itulah yang membuat kami semangat memperbaiki retribusi aset, memberikan modal usaha pada rakyat,” tutur Presiden.

Infrastruktur misalnya, pemerintah telah berusaha keras untuk membangun infrastruktur mulai dari perbatasan, pelabuhan, jalan, hingga jalur kereta api yang diyakini dapat memberi nilai lebih pada produk rakyat di kampung-kampung dan UMKM.

Selain itu, Presiden juga meyakini bahwa infrastruktur bukan hanya masalah ekonomi, tetapi infrastruktur juga dapat mempersatukan dan menjaga persatuan bangsa Indonesia.

“Karena pemerataan di bidang infrastruktur ini kalau betul-betul bisa kita kerjakan akan bisa memberikan rasa keadilan, rasa persatuan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ucap Presiden.

Di samping itu, petani dan nelayan juga tak luput dari perhatian Kepala Negara. Ia berharap agar para kader PDI-Perjuangan membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan Tanah Air.

Salah satunya dengan mengorganisir petani dan nelayan ke dalam kelompok-kelompok besar sehingga mereka akan memiliki kekuatan modal, produksi, dan pemasaran agar bisa bersaing dengan perusahaan besar di dalam maupun luar negeri.

“Kita ingin agar kader PDI Perjuangan bisa mengorganisasi petani-petani dalam kelompok besar usaha gotong royong,” ujar Presiden.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri, mengatakan bahwa demokrasi ekonomi Pancasila harus berwujud dalam suatu keputusan perencanaan pembangunan, tujuannya adalah untuk mewujudkan Indonesia Raya yang berdiri diatas kaki sendiri.

“Pembangunan berdikari merupakan perencanaan pembangunan menyeluruh ‘overall planning’ di segala bidang politik, ekonomi, sosial, kebudayaan dan mental,” ucap Presiden Republik Indonesia ke-5 tersebut.

Perencanaan pembangunan tersebut harus menjadi milik dari rakyat dan dilaksanakan oleh seluruh elemen rakyat indonesia, artinya ruang partisipasi rakyat dalam pembangunan harus dibuka lebar inilah yang dimaksud dengan implementasi gotong royong dalam perekonomian nasional, hakikinya rakyat selalu dilibatkan.

Hadir dalam acara tersebut adalah Wakil Presiden Jusuf Kalla, Presiden Republik Indonesia ke-3 B.J. Habibie, para Menteri Kabinet Kerja, dan para kader PDI-Perjuangan dari seluruh Indonesia.

Tangerang, 16 Desember 2017
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin


JEMBER - Apes, barangkali kata-kata ini yang tepat disandang oleh M.Hamid, sudah barang plastik pertanian atau Polybag yang dia kirim kepada Arif Hanisma warga jalan Kenanga V/28 kecamatan Kaliwates Jember Kidul  ini dikirim, namun Arif tak mau membayar padahal kesepakatannya barang datang yang dibayar tunai. Mengalah walaupun saat itu Arif berjanji bulan depan akan dibayar, maka M.Hamid pun menyanggupi janji pembayaran Arif.

Tak berhenti disitu, Arif menangkap korbannya ini sepertinya mudah untuk dikelabui, kemudian merayu M.Hamid dengan melancarkan rayuan manisnya menjanjikan kepada M.Hamid untuk bekerja sama dalam bidang pengadaan bahan Mulsaa PLATIK untuk pertanian.

Kata-kata manis Arif mampu membius M.Hamid hingga pada akhirnya M.Hamid menyanggupi deposito dana yang diminta oleh Arif sebesar 50 juta. Uang tersebut pun lantas diserahkan kepada Arif dengan membuat perjanjian hitam di atas putih bermaterai sebagai pengikat kerjasama pengadaan bahan pertanian atau menjadi agen polybag media tanam pertanian.


Usai uang diserahkan, selama sekian bulan kemudian tak ada kejelasan dari kesepatan yang dijanjikan oleh Arif Hanisma warga Jember Kidul tersebut. Hingga akhirnya M.Hamid pun mendatangi rumah Arif di jalan Kenanga V/28, namun M.Hamid kaget karena rumah Arif kosong melompong, anak istri dan perabotan rumah tangganya pun sudah tak berada di dalam rumah dia.

Keluarga Hamid kemudian menyarakan agar Hamid melaporkan Peristiwa yang dialaminya tersebut ke Pihak Kepolisian karena etikat dari Arif sudah ada indikasi kuat melakukan penipuan serta penggelapan

PASURUAN

[Pasuruan][fbig1][#e74c3c]

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.