Pasuruan, TRIBUNUS-ANTARA.COM -  Proyek pekerjaan pengurukan pelabuhan Kota Pasuruan oleh LSM Pusaka diduga sarat dengan penyimpangan-penyimpanga. Hal ini diindikasikan menimbulkan potensi merugikan keuangan negara. Direktur LSM Pusaka (Pusat Study dan Advokasi Kebijakan)  mengatakan di depan sejumlah awak media Selasa, 16 Januari, dan akan melaporkan temuan dugaan penyimpangan ini ke Tipikor Polda Jatim. Nilai proyek kurang lebih Rp 9 Milyar.

Lujeng Sudarto mendesak masalah tersebut diusut tuntas. Indikasi penyimpangannya yang tidak sesuai dengan persyaratan dokumen lelang, diantaranya pelaksana harus punya armada dan alat berat sendiri. Nyatanya, pelaksana tidak punya alat sendiri.

"Selama pengerjaan, pelaksana menyewa milik pihak lain.  Kemudian tanah uruk harus diambil dari tambang legal. Dari pantuan Pusaka, tanah uruk diambil dari tambang ilegal." tegas Lujeng Sudarto

“Terdapat banyak kesalahan dalam temuan kami, Di lapangan kita temukan, isal, spek tanah urukan tidak sesuai yang dipersyaratkan dokumen. Lalu, pemadatan mestinya harus tiga kali, nyatanya hanya satu kali,” beber Lujeng Sudarto.

Ditambahkan Oleh Yahya dalam kesempatan yang sama bahwa pekerjaan yang tidak sesuai spek sudah otomatis mengurangi volume pekerjaan.

"Pengurangan volume berarti ada indikasi korupsi. ini potensi sekali merugikan negara." Imbuh Yahya yang mendampingi Ketua LSM Pusaka

"Karena kualitas pekerjaan yang rendah/buruk, dampaknya adalah kualitas bangunan yang akan dikerjakan nanti pasti buruk." imbuh Yahya.  Dan ada bukti penyimpangan lainnya, berupa pekerjaan yang sudah selesai sesuai dengan kalender pekerjaan, ternyata tidak rampung. Contohnya Dump truk pengangkut tanah uruk masih saja hilir mudik menyelesaikan kekurangan pekerjaannya.


“Pertanyaan Kami, apa fungsi TP4D yang selama ini menjadi pengawas proyek. Kalau tidak menemukan penyimpangan di proyek ini kok aneh. Apa kerja dari TP4D,” ungkap Lujeng menguatkan penjelasan Yahya sebelumnya

"Sekarang soal tenggang waktu 6 bulan masa perawatan, Kami minta semua pekerjaan yang salah harus dibongkar. Semua diperbaiki sesuai spek yang ada di dokumen." terang Lujeng

“Hari Kamis depan kami akan laporkan temuan ini ke Tipikor Polda Jatim, dengan Peserta lelang proyek ini, PT Estetika Kencana Jaya  asal Surabaya dan PT Kharisma Bina Kontruksi asal Pasuruan.  “PT Estetika menang lelang diduga ada rekayasa,” pungkas Direktur Pusaka Lujeng Sudarto.  (/t//red)


PASURUAN, TRIBUNUS-ANTARA.COM  - Pelecehan terhadap Sat Pol PP oleh pemilik tambang. Baru Jumat (12/1/2018) kemarin dilarang beroperasi (ditutup) karena tidak mengantongi ijin, hari ini Sabtu (13/1/2018) sudah beroperasi lagi. Itulah yang dilakukan oleh Safiudin, pemilik lahan tambang di Dusun Parasan, Kelurahan Gratitunon, Kecamatan Grati. Alasan berani buka (beroperasi) kembali karena disuruh (dijinkan) oleh Kasat dan Ketua LSM.

Safiudin tidak membeber siapa yang dimaksud Kasat itu. Dia hanya menyebut Kasat Kota. Pengakuan Safiudin, dirinya menghubungi Kasat melalui sambungan selular (HP). Demikian pula dengan Ketua LSM, juga menghubungi melalui HP. . “Saya hubungi Kasat dan Ketua LSM melalui telepon. Katanya, saya disuruh buka lagi. Ya sudah, saya buka sekarang,” aku Safiudin tanpa beban.

Operasi Sat Pol PP pada Jumat kemarin, perintah dari Kabid Penindakan Perda Pol PP Kabupaten Pasuruan, Safiudin tidak boleh beroperasi. Dia pun mendapatkan surat. Isi suratnya, Prabowo pengelola tambang asal Surabaya itu diminta untuk ke Kantor Pol PP pada Senin pekan depan. Tujuan pemanggilan tersebut berkaitan dengan pemeriksaan (dimintai keterangan) terhadap Prabowo.

Pantauan lapangan (lokasi tambang), aktivitas dump truk pengakut sirtu berjalan seperti biasanya. Terkesan tidak pernah ada apa-apa sebelumnya. Pengawas tambang dan coordinator dump truk berkumpul di gubuk yang tidak jauh dari lokasi pengerukan. Alat berat yang ada  melayani pengisian dump truk secara bergantian.

Sementara Safiudin sendiri berada di lokasi ikut melihat pekerja. Ketika ditemui wartawan titiksatu.com, Safiudin membeberkan seluruh sepak terjangnya. Dirinya berani beroperasi lagi bukan tidak beralasan. Dirinya beroperasi lagi karena sudah mendapatkan ijin dari Kasat Kota. Safiudin yang tanpa beban itu tidak menyebut atau menjelaskan siapa yang dimaksud Kasat. Ditanya Kasat siapa, dia juga tidak mau menjelaskan.

Safiudin malah menyebut salah satu Ketua LSM. Menurutnya, Ketua LSM ini dengan tegas meminta kepada dirinya untuk buka lagi dan tidak perlu takutr kepada siapapun. Karena tambang yang tidak memiliki ijin masih banyak. Nyatanya tidak seluruhnya dioperasi.

Sementara itu, Tri Yudha Sasongko, Kasat Pol PP Kabuapten Pasuruan, saat dikonfirmasi kaitan ini sempat marah. Yudha dengan tegas mengatakan, tetap akan menutup jika memang tidak mengantongi ijin. “Tetap akan kami tindak tegas,” kata Yudhan melalui smbungan selularnya.

Wartawan : joko
Editor      : kadir z

Sidoarjo, TRIBUNUS-ANTARA.COM  -  Pemberitaan oleh wartawan beritarakyat.co.id beberapa waktu lalu terkait pengungkapan kasus celana dalam di room karaoke X2 dan d’Top, di mana pihak kepolisian Sidoarjo belum menunjukan kerja yang maksimal dalam menindak lanjuti kasus tersebut, rupanya kini semakin berbuntut panjang.



Pimpinan redaksi media beritarakyat.co.id mendapat ancaman dari seseorang yang mengaku tim kuasa hukum atau pengacara dari pihak karaoke d’Top. Pada hari Kamis (11/01). Dalam pengancaman itu akan mensomasi perusahaan media yang tidak menghentikan berita terkait celana dalam dikaraoke Sidoarjo.

“Ada seorang yang menghubungi saya, dia mengaku akan mensomasi redaksi jika tidak menghentikan pemberitaan terkait kasus celana dalam di karaoke dalam waktu dekat,” ujar Uzair Zam Zami, Jum’at, (12/01) kepada tribunus-antara.com

Warga Sidoarjo banyak mempertanyakan kinerja kepolisian Sidoarjo. Karena belum tertangkapnya para pelaku asusila dalam cafe dan belum menindak pemilik karaoke itu, membuat ruang gerak bagi oknum-oknum yang memiliki kepentingan untuk melakukan upaya penyerangan terhadap para awak media yang mengontrol kinerja polisi yang diduga menjadi backing

Mantan senior wartawan Jtv ini juga menjelaskan, orang yang mengaku sebagai tim kuasa hukum karaoke d’Top itu tidak pernah mengerti etika jurnalis, Pengacara itu main se-enaknya mensomasi orang.

“Tau etika jurnalis tidak tu orang, main somasi dan merintahkan untuk menghentikan berita. Dia itu siapa main perintah, kontrol tetap berjalan sebelum pihak kepolisian menangkap para pelaku dan menindak para penyedia tempat mesum seperti itu,” terang Zam.

Kepolisian dalam kepemimpinan Jendral Tito sebagai Kapolri, Polresta Sidoarjo dan jajarannya belum menunjukan kinerja maksimal dalam mengayomi melindungi masyarakatnya dan awak media yang bekerja dilapangan ini.

"Hingga memunculkan para oknum-oknum yang mengaku kuasa hukum untuk melakukan tekanan mental kepada awak media saat memberitakan cafe mesum itu." tutupnya (Red)



PASURUAN, TRIBUNUS.CO.ID -
Warga Dusun Adirogo, Desa Kedawung Kulon, Kecamatan Grati, yang tanah dan rumahnya kena tol minta dihitung ulang.
Alasan warga, karena pengukuran dan inventarisasi bangunan dari tim pembebasan tol dianggap salah sehingga nilai ganti ruginya terlalu murah.

"Kami minta kepada tim pembebasan tol supaya ada perhitungan ulang. Karena hitungan tim sebelumnya kami anggap tidak cocok. Banyak hitungan sebelumnya yang salah. Terus terang, Pak Jokowi Presiden tidak mau warga yang kena tol rugi," kata Tony, salah satu perwakilan warga.
Masih kata Tony, sejak tim pembebasan tol turun melakukan perhitungan, warga tidak diberikan pemahaman.

Dengan demikian, warga hanya manut kepada tim. Warga baru tahu setelah tim akan melakukan pembayaran, ternyata hitungannya salah.

Karena alasan ada ketidak adilan dalam harga beli, warga yang merasa tidak cocok minta ada penghitungan ulang.

Lain Tony, lain pula Salam. Kata Salam, warga tidak pernah diberikan penjelasan yang gamblang. Tim pembebasan tol perwakilan dari pemerintah seakan hanya minta waktu cepat selesainya tanpa memperhitungkan konflik di bawah.

Yang sangat mencolok, warga tidak diberikan pengertian tentang proses komplain.

 (kadir)

PASURUAN

[Pasuruan][fbig1][#e74c3c]

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.