Khoirotul Utbah PNS  kemenag Kab.Pasuruan
Pasuruan, Tribunus-Antara.com - Karena nila setitik rusak susu sebelanga adalah pribahasa yang pantas oleh ulah salah seorang pegawai negeri sipil di lingkungan Kementrian Agama kabupaten Pasuruan. Wanita berparas cantik bernama Khoirotul Utbah kini menghilang entah kemana, setelah beberapa pihak menuntut pertanggung jawaban dari oknum yang saat ini menjadi pegawai di KUA Purwodadi.

Khoirotul Utbah telah menipu banyak orang ini sebelumnya adalah seorang guru/PNS di Kemenag dibawah pengawasan Pendma. Setelah dilaporkan menipu sejumlah pihak. Utbah kemudian dipindah ke bagian KUA di Puwodadi. Menurut keterangan di Kemenag, Utbah sudah  2,5 bulan tidak masuk kantor, Demikian menurut Sekertaris LSM Penjara kepada Tribunus-Antara Selasa 26/07


Laporan penipuan Utbah yang diterima oleh sekertaris LSM penjara Pasuruan diantaranya meminjam uang ratusan juta rupiah, meminjam 3 Laptop, sepeda motor milik KUA. Hingga saat ini belum juga ada pengembalian uang ratusan juta tersebut dari Utbah. Bahkan salah seorang guru bernama Luluk Khorotul Munjidah, S.Pd ( guru di Kemenag Kabupaten) uangnya sebesar 41 juta dibawa kabur Utbah, dengan modus meminjam uang.  Lalu, Siti Elhamah pengawas pendidikan di Rejoso uangnya sebesar 78 juta digondol Utbah, modusnya kerjasama bisnis penanaman modal. Juga PNS di kantor Kelurahan Pekuncen Kota Pasuruan yang namanya enggan dipublikasikan menjadi korban penipuan dari Uut nama panggilan Utbah.

Kepala Kemenag BARNOTO
"Motor dinas KUA purwodadi juga digadaikan oleh Uut, mas" terang Lukman LSM penjara.  Utbah juga meminjam laptop milik Tutut staf KUA Gondangwetan namun sampai seakarang tidak juga dikembalikan. Dulu, kata Lukman para korban penipuan Uut ini pernah dimediasi oleh Munif Armunsa, Kepala Seksi di Kementrian Agama Kabupaten Pasuruan. Sayangnya Kasie Pendma Munif tidak ikut tanda tangan dalam perjanjian kesanggupan Utbah mengembalikan Uang dan barang-barang berharga korban kepada korban, Kasie kemntrian Agama hanya menyaksikan perjanjian diatas kertas yang dilakukan oleh para korban dan Khoirotul Utbah namun tidak mau bertanda tangan

Saat dikonfirmasi, H. Qomaruddin selaku kepala KUA Purwodadi membenarkan bahwa khoirotul Utbah memang sudah 2,5 bulan ini tidak pernah masuk kantor. Menurut Qomarudin, Utbah status keberadaanya di KUA Purwodadi hanyalah sebagai titipan dari Pendma Kementrian AAgaman Kab.Pasuruan saja.

Hingga berita ini ditayangkan, Kepala kementrian Agama Kabupaten Pasuruan Barnoto belum bisa ditemui terkait menghilangnya Utbah dari dinas kementrian Agama. Lukman sekertaris LSM Penjara akan melakukan advokasi pendampingan para korban penipuan Khoirotul Utbah. Apabila  Utbah tidak berstikat baik untuk menyeleseikan perkaranya, maka pihaknya akan menempuh jalur hukum. " Kita akan menuntut Khoirotul Utbah baik Perdata maupun Pidana," tutup Lukman  (nugroho)


Hak Jawab / Hak Koreksi:
call / SMS / WhatsApps:
082233590005 / 081357848782
Email: tribunusantara@gmail.com

PASURUAN

[Pasuruan][fbig1][#e74c3c]

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.