Jakarta, TribunusAntara.com - Bukan hanya kali ini arogansi Ignasius Jonan muncul, terutama kepada rekan rekan wartawan, dari gelagat dan arogansi Menteri Jonan Seolah minyimpan rahasia besar yang diduga merasa was was di sorot media, apakah soal kinerja atau penyimpangan ataukah terkait kasus korupsi yang mungkin menjeratnya. Pertanyaan ini belom bisa terjawab, yang jelas arogansi Menteri Jonan kepada warta
wan sangat tidak wajar, ada saatnya tabir ini akan kita buka bersama..?

Kali ini, Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan saat mendatangi Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang. menjelaskan "Tahun lalu darat (mendominasi), sekarang udara. Katanya ini ada kenaikan di Soetta, delapan persen, tapi saya lihat sih biasa saja. Kenaikan (penumpang di Bandara Soetta) ini kan karena mereka lebih banyak yang memanfaatkan waktu saja, orang lebih menghargai waktu, karena lebih praktis," ujar Menhub, Sabtu (2/7/2016).

Sedangkan saat ditanya mengenai adanya kenaikan tiket untuk transportasi udara mencapai Rp 1 juta, ini jawabanya: "Laporannya ke media kan, ke Kemenhub belum ada tuh, media saja yang suruh beresin," terangnya.

Heran jawaban sang menteri yang aneh, media suruh beresin urusan menteri, heran juga jika menteri Jonan nunggu laporan untuk menindak sesuatu yang menjadi tanggungjawabnya di instansi yang dia pimpin. Pak menteri jonan harusnya buka mata, tidak asal bicara.

Bisa kita sedikit ulas beberapa kejadian Arogansi Menteri Jonan:  Jonan Pernah Ancam Tempeleng Wartawan; "You kalau nulis saya tempeleng," seru Jonan kepada wartawan (18/2/2013)

Mentri Jonan Remehkan Wartawan: Jonan menampilkan sikap yang tidak simpatik kepada awak media "Kamu jangan bertanya seperti itu lagi. Berarti tadi kamu tidak mendengar penjelasan saya. Silahkan buka rekaman lagi," cetusnya. usai membuka Konferensi Internasional Kedua Green Aviation di Kuta Bali, Rabu (19/8/2015)

Petugas Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) mengaku mendapat intruksi dari Protokoler Menteri Perhubungan (Jonan) agar tidak membenarkan wartawan meliput acara Menteri Perhubungan Ignatius Jonan meresmikan kapal milik Petugas Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai , di pelabuhan para Wartawan diusir secara kasar oleh  petugas KPLP yang bersenjata laras panjang. (17/10/2015)

Pengakuan wartawati Tempo, Istiqomatul Hayati, Wartawan Tempo itu tanya: pembenahan KAI untuk meminimalisasi kecelakaan. Saya rasa pertanyaan saya wajar. Tapi mungkin Jonan tak suka dengan pertanyaan itu atau mungkin dia bosan. Tiba-tiba, dia bilang, “Sudah ah Aku capek. Aku mau begini (ibu jarinya diselipkan di antara jari telunjuk dan jari tengah). Enak lo begini. Kamu pasti belum tahu rasanya begini,” katanya seraya beringsut. Pejabat lain ketawa. (AWPIGUARD)