Pasuruan,  TribunusAntara.com- Moment lebaran Idhul fitri di pemandian alam Banyubiru kecamatan Winongan  kab.Pasuruan dikotori oleh oknum petugas pemandian alam tersebut. Membludknya pengunjung dijadikan makanan empuk bagi oknum-oknum pegawai yang tidak bertanggung jawab,

Pertunjukan orkes selama empat hari yakni tanggal 08,09,10 dan 13- Juli- 2016, berhasil membawa ribuan warga Pasuruan  dan luar kota Pasuruan  menyerbu wisata alam pemandian Banyubiru,  Namun  antusiasme warga Pasuruan justru menjadi lahan empuk  bagi oknum-oknum pegawai.

Selain harga karcis yang dibandrol selama hari Raya Lebaran lumayan tinggi yaitu Rp.15000, nilai karcis yang cukup tinggi dengan ribuan pengunjung membuat para oknum petugas Banyubiru diduga kuat melakukan perbuatan korupsi.

Dugaan ini dapat dibuktikan dengan temuan wartawan di lapangan. Beberapa karcis nampak seperti karcis palsu. Pengunjung kebanyakkan tidak menyadari bahwa karcis tersebut adalah palsu.

Kamto 35 warga Selotambak Kraton  menunjukkan selembar karcis yang dia beli dari loket kepada wartawan. Kamto  menduga karcis tersebut aneh. Karcis diduga palsu tersebut diserahkan oleh Kamto kepada petugas dan oleh petugas karcis tersebut tidak disobek. Sepertinya karcis palsu yang diterima petugas dari pengunjung yang masuk tadi, setelah terkumpul diserahkan kembali kepada petugas loket.

Selain banyaknya pengunjung yang berdatangan tidak sesuai dengan keluarnya karcis dan ditmbah dengan karcis ' abal-abal' .  Petugas pemadian alam Banyubiru banyak memasukkan pengunjung liar, alias pengujung yang masuk tanpa karcis

Saat dikonfirmasi,  Rudi selaku koordinator pemandian alam Banyubiru  saat itu tidak bersedia memberikan komentar. Rudy nampak malas mennggapi pertanyaan wartawan terkai temuan di lokasi pemandian tersebut.

"Waduh mas saya tidak bisa mikir. kepala saya pusing, mas." kata Rudy

Disamping itu, sebagian wisatawan juga mengeluhkan tentang keamanan dan ketertiban pemandian banyubiru yang kerapkali terjadi  tawuran di area pertunjukan orkes, hal ini tentu membuat pengunjung menjadi kurang nyaman dan tidak betah serta ingin segera pulang. Pengunjung  yang ingin bersenang-senang menghabiskan waktu bersama keluarga menjadi tegang dan tidak nyaman karna ulah anak-anak muda tawuran yang tidak bisa dibendung. Bahkan petugas keamanan yang cukup banyakpun tidak membuat ulah anak-anak muda menjadi jera.

"Tiap kali ada orkes pasti selalu ada tawuran, hal ini sangat di sayangkan oleh pengunjung,mas." ungkap  pengunjung dari wilayah kecamatan Gempol yang datang bersama keluarganya.

Dia mengatakan bahwa tujuan kedatangnya refreshing dengan keluarga, tapi ternyata suasananya tidak kondusif, sering terjadi tawuran sampai lari-lari ke area pemandian.

"Anak saya saat itu amat ketakutan Saya harus jaga anak, harusnya itu kan tugas dari aparat keamanan, mas." keluhnya. Kok ada aparat tapi tawuran tetap saja ada ya?  (Taufiq)