Pasuruan, Tribunus.Antara.com - Para pelayat yang berdatangan untuk mengikuti acara pemakaman KH.Mas Subadar berdatangan sejak Sabtu malam. Karangan bunga ucapan bela sungkawa datang dari berbagai kalangan, mulai pengusaha, Birokrasi dan karangan bunga dari keluarga besar PWNU Jawwa Timur. Nampak KH.Abdurahman Syakur mantan Rois syuriah PCNU hadir di areal Pondok Pesantren Besuk Kejayan walaupun berjalan dengan kursi roda.

Tak kurang 10.000 pelayat memadati seputaran areal pondok Pesantren Besuk, pukul 12.00 setelah sholat Dhuhur prosesi  shalat jenazah dilaksanakan secara bergantian hingga 3 kali putara. Saking membeludaknya pelayat, sholatan janazah dilakukan diareal pesawahan desa Sladi oleh beberapa jamaah yang tak bisa mendekati Masjid di mana jenazah di shalatkan.

Nampak KH.Agil Siraj datang pukul 09.00 di rumah duka untuk bertakziah. Bersama putranya, KH.Agil  Siroj secara singkat mengatakan bahwa kepergian ulama besar KH.Mas Subadar merupakan kehilangan besar terutama bagi kaum nadliyin. Beliau  (KH.Mas Subadar) merupakan seorang ahli Fiqih yang lurus.  Keteladanan beliau dirasakan amat  berpengaruh terhadap kemajuan organisasi NU ddan warga nadliyin.

ikuti shalat janazah di areal sawah
Kemacetan total jalur Pasuruan-Malang pun tak terelakkan. sejumlah personil keamanan mulai dari TNI, Polisi Lalu Lintas, Banser serta Satuan Polisi Pamong Praja nampak membantu mengurai kemacetan agar lalu-lintas dapat normal kembali. Puluhan pelayat yang datang dari berbagai daerah, Surabaya, Malang, Probolinggo bahkan Luar Propinsi hingga warga Nadliyin dari Pulau Madura, berduyun-duyun mendekati rumah duka walaupun harus berjalan kaki, karena padatnya massa. (Khoiron/Taufik)