Surabaya, Tribunus.Antara.com - Wawasan memang suatu hal yang dinilai sangat penting untuk dimiliki bagi para calon pemimpin di setiap instansi maupun satuan. Selain berguna dalam membentuk suatu satuan sesuai visi dan misi tertentu, hal itu juga dinilai sangat penting dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bagi setiap institusi keamanan dan pertahanan.
   Hal itu ditegaskan oleh Kepala Staf Kodam V/Brawijaya (Kasdam) Brigjen TNI Rahmad Pribadi di sela-sela kunjungan yang dilakukan oleh 9 Perwira Siswa (Pasis) Sekolah Staf dan Pemimpin Tinggi Polri yang tergabung dalam Kelompok Kunjungan Kuliah Lapangan (KKL) yang berkunjung ke Makodam V/Brawijaya. Selasa, 2 Agustus 2016 sore.
  Selain menjelaskan dasar-dasar dalam menjaga keutuhan NKRI, khususnya di wilayah Provinsi Jawa Timur, Jenderal Bintang Satu itu juga menambahkan, selain menjaga keutuhan dan keamanan, para pemimpin juga mempunyai tugas dalam rangka menjalin sinergitas bersama terhadap setiap Pemerintah Daerah (Pemda) di setiap wilayah tugas personel maupun prajurit.
  “Seperti halnya Pam VVIP, Pam Pemilukada hingga Pilkada. Untuk saat ini yang terpenting bagi kita itu menjaga sekaligus melakukan pengamanan terhadap pendistribusian pupuk bersubdisi di Jawa Timur,” tegasnya.
   Tak hanya itu, kata Rahmad, beberapa kegiatan-kegiatan negatif yang mulai timbul di kalangan masyarakat saat ini sudah selayaknya untuk kita berikan pengawasan ekstra ketat. “Satu contoh ancaman nyata yang mulai timbul di era sekarang itu Proxy War,” tuturnya.
    Di tempat yang sama, salah satu Perwira Tinggi (Pati) yang ikut mendampingi 9 Pasis Polri tersebut menambahkan, dirinya sangat mengapresiasi dengan wawasan yang diberikan oleh Kasdam V/Brawijaya terhadap para Pasis yang didampinginya.
      Bahkan, Brigjen Pol Edi S Setya juga menghimbau seluruh Pasis Polri untuk terus menjalin sinergitas maupun kerjasama di kemudian hari dalam menjalankan tugas. Hal itu, kata Edi, sangat diperlukan guna menjaga keutuhan dan persatuan NKRI. “Wawasan yang disampaikan Kasdam itu sangat penting bagi para Pasis, sehingga nantinya bisa menambahkan rasa maupun jiwa nasionalisme di dalam diri para Pasis Polri,” tambahnya.
    Perlu diketahui, saat ini TNI-Polri di Jawa Timur berupaya keras untuk terus melakukan pengawasan terhadap ancaman nyata (Proxy War, red) yang mulai bermunculan di kalangan masyarakat. Bahkan, kedua instansi keamanan tersebut juga bersiap untuk saling menjalin sinergitas dalam melakukan pengawasan pendistribusian pupuk bersubdisi di Jawa Timur.