Pasuruan. Tribunusantara.com - Seiring dengan perkembangan zaman, melalui gerakan emansipasi ini, perempuan Indonesia akhirnya dapat mensejajarkan diri dengan kaum pria dalam berbagai bidang kehidupan. Dan dalam rangka menjelang HUT Polwan ke-68 pada Hari Selasa 23/08/2016, pukul 08.10 Wib bertempat di ruang Eksekutif Polres Pasuruan, yang dipimpin oleh Kapolri KOMJEN TITO KARNAVIAN telah mengadakan giat Vidcon di Rupatama Mabes Polri yang diikuti oleh suluruh jajaran Polda di seluruh Indonesia dari Polda Aceh sampai dengan Polda Papua, demikian juga di Polda jatim

Kapolres Pasuruan AKBP M. ALDIAN, S.I.K M.H. bersama para Kabag, para Kasat, para Kapolsek jajaran Polres Pasuruan, Perwira Staf Polres Pasuruan, dan para Perwira Polwan jajaran Polsek dan Polres Pasuruan telah mengikuti giat Vidcon yang telah dilaksanakan oleh Kapolri tentang Optimalisasi peran Polwan dalam penanganan kejahatan terhadap perempuan dan anak guna menegakkan hukum yang profesional dan berkeadilan, dalam rangka mendukung program dan kebijakan pemerintah melalui penguatan PPA di Jajaran Polda, Polres, maupun Polsek, dan juga untuk memperingati HUT Polwan yang ke-68 tahun.

Program-program Kapolri antara lain yaitu :
   a. Semakin majunya teknologi dan transportasi saat ini menimbulkan gejala sosial yaitu salah satu contohnya yang sering beredar di Medsos (media sosial) yaitu  kejahatan seksual dan situs porno yang tidak pantas dilakukan. Maka lakukanlah kerjasama dengan sekolah sekolah dan instansi untuk anak dibawah umur berupa   pengecekan HP, dll.
   b. Dalam hal ini diperlukannya peran Polri yang salah satunya di bidang PPA yang khusus menangani perempan dan anak. Dan kasus kasus yang marak saat ini adalah KDRT, Pembunuhan,dll.
   c. Sangat perlunya peningkatan Emansipasi Wanita. Dan lakukanlah sosialisasi dan kerjasma dengan instansiyang terkait.
   d. Dalam kasus yang terkait dengan kejahatan tehadap anak nantinya akan membawa dampak negatif di kehidupannya dan bahkan sampai depresi. Disinilah peran polwan         sangat dibutuhkan.
   e. Sangat perlunya pengrekrutan Polwan di bidang PPA. Karena di khususkan di tahun 2014 yaitu Polwan khusus PPA.
   f. Buat dan bangun ruang PPA senyaman mungkin. Buatlah dengan bangunan atau ruangan “Rumah Aman Anak” dimana anak tidak merasa takut, dan lakukan pendekatan dan   kenali Psikologi anak tersebut.
  g. Setiap penyidik Polwan diharapkan benar benar memahami pasal demi pasal terkait dengan PPA.
  h. Atensi untuk semua Polwan PNS wanita diharapkan untuk tidak berlebihan memposting di Media Sosial. Jika hal tersebut positif lanjutkan, asal tidak yang negatif.
  i. Dan yang terakhir untuk Polwan perlunya keaktifan anggota Polwan dalam melakukan penyuluhan terhadap seluruh masyarakat yang aktif.

Setelah paparan dari Kapolri selesai selanjutnya dilakukan tanya jawab oleh Kapolri dengan para Kapolda di seluruh Indonesia tentang penanganan kejahatan terhadap perempuan dan anak guna menegakkan hukum yang profesional dan berkeadilan dan selanjutnya dijawab dengan jelas dan gamblang oleh Kapolri beserta juga jalan penyelesaian kendala-kendala yang dihadapinya di wilayah (dul)