Pasuruan, Tribunus-antara.com - Kuliah Kerja Nyata (KKN) Merupakan kegiatan intrakurikuler yang dilaksanakan dihampir setiap perguruan tinggi di tanah air baik negeri maupun Swasta untuk mendapat gelar strata satu, Demikian pula Sekolah Tinggi Agama Islam Shalahuddin (STAIS) Pasuruan, pada awal bulan Agustus kemaren perguruan tinggi ini (STAIS) memberangkatkan  mahasiswanya untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata – Praktek Pengalaman Lapangan (KKN-PPL) TERPADU berbasis Participatory Action Riset (PAR) yang dibagi menjadi 5 kelompok diwilayah kecamatan Rejoso. Salah satunya berada didesa Manikrejo yang dikoordinatori oleh M. Taufiq sebagi ketua kelompok 3, dalam pelaksanaan riset selama 1 minggu  kelompok 3 Desa Manikrejo berhasil mengumpulkan program-program Unggulan seperti Distribusi pengajaran, pendampingan administrasi di Desa, Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN), pendampingan administrasi pendirian Madrasah Diniyyah (MADIN) dan pembentukan Organisasi Karang Taruna di tingkat  Desa.

Pada hari Rabu, 24-8-2016 mulai pukul 19:30 – 23.45 WIB, Kelompok 3  KKN Desa Manikrejo berhasil melaksanakan kegiatan program Unggulannya yaitu pembentukan Karang Taruna tingkat Desa. Pembentukan organisasi kepemudaan ini mendapat respon positiv dari masyarakat Desa manikrejo khususnya pemuda, karena memang pemudanya menginginkan adanya wadah pemersatu dari masing-masing dusun,

“ Kami sangat berterima kasih mas (pada peserta KKN) sampean sudah memfasilitasi untuk membentuk wadah buat para pemuda dari masing-masing dusun, dengan wadah ini kami yakin seluruh pemuda desa manikrejo akan semakin kompak dan harmonis,” tutur Afif pemuda desa setempat.

Acara tersebut di hadiri langsung oleh Bpk Komari, SH Selaku Pelaksana tugas (PLT) Kepala desa, BPD, perangkat Desa dan seluruh pemuda Desa Manikrejo. Diperkirakan undangan yang hadir sebanyak 118 orang. Kegiatan ini di fasilitatori langsung oleh ketua Kelompok KKN M. Taufiq sebagai pimpinan sidang dan Mukhlis sebagai sekretaris sidang. Jalannya sidang pembahasan AD-ART dan pemilihan ketua yang digelar selama 4 jam itupun dinilai sangat alot karena tidak sedikit yang berbeda argumentasi sehingga pro dan kontra tidak terelakkan. Meskipun sidang memanas, dengan kelihaian pimpinan sidang sebagai pemandu jalannya persidangan, maka pembahasan AD-ART dan pemilihan Ketua pun akhirnya terselesaikan. M.FAISOL dari Dusun Buaran resmi terpilih menjadi ketua Karang Taruna Desa Manikrejo dengan mendapat Suara terbanyak.

Hasil pemungutan suara pemilihan ketua, Faisol 42 suara, Muntholib 21 suara dan Su'ud 4 suara. Menurut pemaparan M. Taufiq selaku ketua Kelompok KKN desa manikrejo yang sekaligus sebagai Pimpinan sidang, Tujuan program pembentukan karang taruna ini, tidak semerta-merta hanya suksesi program KKN berbasis PAR saja, melainkan nilai manfaat mempersatukan semua pemuda yang ada di Desa Manikrejo dengan wadah yang diakui oleh pemerintah. Komari,SH (PJ kepala desa) dalam sambutannya mengatakan bahwa proses dalam sebuah organisasi kepemudaan itu sangat banyak manfaatnya, disamping kita guyub rukun, kita tidak sadar bahwa ego dalam watak kita bisa tersingkirkan karena seringnya berkumpul, berdiskusi dan tukar pendapat, sehingga pendidikan karakter yang akan kita peroleh akan berdampak positiv bagi diri kita, lingkungan kita dan negara tercinta kita.

Faisol ketua terpilih Karang Taruna Desa Manikrejo juga menyampaikan harapannya agar semua pemuda yang ada di desa Manikrejo bersatu untuk mewujudkan desa yang lebih kreatif dan inovatif serta memajukan desa yang lebih maslahat dari sebelumnya. (Mcs/yud)


Hak Jawab / Hak Koreksi:
call / SMS / WhatsApps:
082233590005 / 081357848782
Email: tribunusantara@gmail.com

PASURUAN

[Pasuruan][fbig1][#e74c3c]

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.