Pasuruan, Tribunus-antara.com - Samian (15) warga  desa Raci, kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan ini menjadi korban kecelakaan lalu lintas  bulan lalu tepatnya tanggal 11 Juli, Sami'an terluka sangat parah di bagian kepala, lengan tangan kanan, kaki sebelah kiri dan bagian wajah.

Peristiwa kecelakaan yang terjadi pada hari Senin (11/07/16) pukul 14.30 Wib, di pertigaan Balawi kec.Bangil saat itu korban mengendarai Honda Beat warna putih bersenggolan dengan mobil Avanza berplat nomor Jakarta, korban saat itu terpental di jalan raya dan mengalami luka-lula yang cukup serius.

Hingga korban harus dilarikan RSUD Bangil untuk menjalani perawatan medis. Sebelum akhirnya harus dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar Malang sehari setelah pihak RSUD Bangil tidak mampu menangani luka yang diderita Sami'an yang cukup parah.

Menurut keterangan ibu korban, Kasiatun (44) ditemui di rumahnya desa Raci mengatakan bahwa putranya harus menjalani operasi dan perawatan medis yang menelan biaya hingga puluhan juta rupiah. Biaya operasi dan pengobatam di RSSA Malang harus ditanggung sendiri oleh Kasiatun. Kasiatun mengaku belum menerima santunan dari pihak asuransi Jasa Raharja. Saat ditanya wartawan, Kasiatun yang tidak pernah mengenyam bangku sekolah ini hanya bisa pasrah saja akan nasib malang yang tengah dialaminya saat ini.

Setelah kasiatun seorang diri menghidupi anaknya, dalam kesehariannya, Kasiatun adalah berjualan lontong di pasar  Bangil. Lontong yang dibuat sendiri per biji dijual dijual seribu rupiah dengan keuntungan rata-rata 40 hingga 50 ribu sehari. Kasiatun mengaku suaminya pergi meninggalkan dia dan anaknya kawin dengan wanita lain.

Untuk menutup biaya operasi di rumah sakit demi mengobati buah hatinya, Kasiatun terpaksa harus hutang kepada sanak keluarga serta tetangga. Mengingat biaya pengobatan anaknya sudah hampir mencapai 40 juta rupiah, dan saat ini pun menurut Kasiatun, dia harus check up kan anaknya dua minggu sekali.

"Minggu yang ini belum kontrol," terang Kasiatun yang mengaku sudah tak ada uang dan  mau hutang malu karena hutang yang kemarin masih belum mampu membayarnya。(sul/yud)