PASURUAN, TRIBUNUS-ANTARA.COM -  Proyek jenis penunjukan langsung (PL) dari Dinas Cipta Karya saat ini menjadi makanan empuk bagi para kontraktor yang bermental korup. Seringkali mereka tidak memperhatikan Spek/gambar dari Dinas. Ditambah lagi lemahnya pengawasan dari pihak konsultan, menjadi peluang emas bagi pihak pelaksana untuk berbuat curang dalam proses pengerjaannya.

Sebagai  contoh adalah yang terjadi pada Pekerjaan Sumur Bor yang berada di desa Sadengrejo kec. Rejoso yang dikerjakan oleh CV. SAFA ARTHA ANUGERAH yang diawasi oleh CV. MUARA CONSULTANT dari Dinas Cipta karya dinilai tidak sesuai Spek. Hal itu terbukti dengan ukuran besi cor, pada gambar tertulis ukuran besi 12mm, sedang untuk begel 8mm. Namun pada pelaksanannya, mereka menggunakan besi tidak sampai 10 mm, dan begel yang tidak sampai 7 mm. Selain besi, campuran mortal PC diduga tidak sesuai spek dan juga dalam proses pelaksanaanya tidak memakai molen (mesin pengaduk semen)

Luqman dari LSM PENJARA INDONESIA sangat menyayangkan dengan temuan tersebut, apalagi pekerjaan proyek tersebut berada di baratnya persis rumah kepala Dinas Cipta Karya (P. Misbah). Eko yang melaksanakn pekerjaan dilapangan saat ditanya terkait ukuran besi mengaku telah mendapatkan izin dari pihak dinas,


"Memang ukuran besi ini tidak sesuai mas, kami memilih memasangnyya karna besi yang kita pesan tak kunjung datang, makanya kami meneruskan pengecoran sambil nunggu besi yang 12mm, Kami pun sudah izin ke dinas terkait hal ini" tutur Eko dengan nada jengkel.

Ketika ditanya apakah sudah ada teguran dari pihak pengawas, eko menjawab bahwa pengawasnya tidak pernah datang ke lokasi, "Jarang sekali ke lokasi proyek, mas. Wong saya kerja gak macam-macam," dalih eko.

 Luqman LSM menyatakan bahwa pengerjaan proyek tersebut tidak ada kesiapan dan memang sengaja untuk berbuat curang, walaupun pada papan informasi ada konsultan pengawasnya tapi itu hanya sebagai formalitas saja, pada waktu pelaksanaanya mereka tidak pernah ada.

"Jangan salahkan kalau kami mengatakan bahwasannya antara pelaksana dan pengawas ada main," tutur luqman kepada wartawan Jumat 05/08. Luqman juga mengatakan akan menyampaikan temuan ini kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk meng evaluasi serta menghentikan proyek tersebut. (taufiq)