reporter : Luqman dan Yudi
Pasuruan, Tribunus-antara.com - Camat Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, H. Hartono, bikin terobosan untuk kemajuan desa-desa dan kelurahan di wilayahnya. Yang kini sedang berjalan adalah program neon boks yang dipasang di desa masing-masing. Dari 15 desa yang ada, tahap pertama ini ada 7 desa yang dipasangi neon boks. Yang sekarang jadi perbincangan di kades-kades, setiap desa ditarik biaya Rp 16 juta/neon boks. Ukuran setiap neon boks  2 meter X 1 meter.  

Sementara harga umum di pasaaran, neon boks dengan ukuran yang sama harganya hanya Rp 6 juta/neon boks. Yang menjadi pertanyaan, kemana sisa uang Rp 10 juta X 15 desa. Menurut pengakuan sejumlah kepala desa kepada wartawan koran ini, program ini dijadikan proyek oleh Camat. Yaitu, pekerjaan itu diberikan kepada seorang rekanan teman Camat sendiri.

“Soal programnya sangat bagus. Makanya kami tidak menolak kaena semua demi untuk kebaikan desa kami. Tapi yang sekarang menjadi pertanyaan kami, harga neon boks tidak sesuai standart yang ada. Kalau memang satu neon boks Rp 6 juta, ya bayarnya juga segitu. Jangan harga Rp 6 juta terus kades-kades diharuskan membayar Rp 16 juta. Itu kan namanya akal-akalan saja,” tandas seorang kades dengan nada keras.

Kata kades ini, untuk pembelanjaan neon boks semua dikoordinir oleh Camat Jadi intinya, seluruh kades nantinya setor uang pembelian neon boks kepada Camat. Masih kata Kades, uang untuk pembelian ini berasal dari dana hasil bagi pajak. “Kita ini tidak tahu berapa dana bagi hasil pajak untuk kecamatan dan berapa untuk desa-desa,” ungkapnya.

Menanggapi ini, Camat Wonorejo, Hartono, menjelaskan kalau pembelian neon boks sepenuhnya oleh kades-kades. Jadi kalau ada yang mengatakan dirinya yang mengkoordinir, itu tidak benar. “Neon boks itu kepala desa yang beli sendiri,” tandasnya. Ditanya neon boks yang seragam mulai ukuran, warna dan model, Camat mengakui memang diseragamkan. Alasannya, supaya terlihat bagus.Isi tulisan di neon boks hanya nama desa saja. Padahal yang diinginkan kades, tulisan yang tercantum di neon boks ada BPD atau nama karang taruna atau nama lainnya sehingga tidak menimbulkan kecemburuan sosial. Nama setelah jadi, ternyata rekanan tunjukkan Camat hanya mencantumkan nama desa saja.  .

Editor : Abd.Kadir