Pasuruan, Tribunus-Antara.com - Front Pembela Islam Kota dan Kabupaten Pasuruan Sabtu 03/09 mengadakan Diklat Kaderisasi FPI yang diikuti oleh seluruh jajaran pengurus mulai dari tingkatan ranting DPRA, DPC ( tingkat kecamatan ),  DPW ( setingkat kota/kab. ) se Pasuruan. Ratusan peserta yang mengikuti prosesi diklat diadakan selama 3hari di Pondok Ihya'ussunnah Desa Toyaning kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan. Hadir dalam acara tersebut Kapolsek Rejoso yang wakili oleh WakaPolsek Rojoso

Ustadz Luqman Aziz kesehariannya menjabat sebagai ketua DPW FPI Kabupaten Pasuruan adalah  ketua Panitia Diklat. Dalam pembukaan diklat tersebut Alhabib Abdurrahman Bahlega bertindak sebagai Imam Daerah Jatim memberikan pembekalan kepada seluruh peserta diklat. Habib Man panggilan akrab Alhabib Abdurrahman Bahlegha dalam arahannya mengatakan bahwa FPI harus mampu menegakkan amar ma'ruf nahi mungkar dalam kondisi apapun.  Dalam menjalankan da'wah tersebut FPI harus mampu membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah dan juga aparat penegak hukum. FPI lanjut Habib Man tetap konsisten di jalur ASWAJA ( Ahlus Sunnah Wal Jamaah)
.
Lebih lanjut Habib Man, FPI adalah organisasi pergerakan, jadi setiap kader harus mampu memahami tujuan, program kerja serta pendalaman berorganisasi, setiap langkah pergerakan FPI harus sesuai dengan hukum agama dan hukum negara, tidak boleh bertentangan dengan keduanya.  Akibatnya kontra produktif dan dapat merusak nilai-nilai dasar perjuangan FPI.

Habib Man juga menyampaikan bahwasanya aktifis FPI harus mampu menjalin komunikasi dengan ormas keagaman yang berpegang terhadap ajaran Aswaja seperti halnya ormas NU (Nahdlatul Ulama), karena FPI dan NU itu tidak ada bedanya. Seperti yang dikutib Habib Man mengutip pernyataan dari KH. Hasyim Muzadi beberapa waktu lalu bahwa  FPI itu adalah NU muda, jadi semangat amar ma'rufnya harus lebih dominan.  (luqman hakim)