Pasuruan, Tribunus-antara.com - Maraknya proyek pengerjaan saluran irigasi  tanpa papan nama (Proyek siluman: red)  yang berlokasi tepat di dusun Sawiran desa Dawuhan Sengon kecamatan Purwodadi. Proyek siluman tersebut diduga tidak sesuai cara mengerjakan pun dengan sembarangan,kemungkinan bangunan tersebut tidak akan bertahan dengan lama kalau cara mengerjakannya dengan sembarangan dan asal jadi.

Pantauan wartawan tribunus-antara.com melihat di lokasi proyek siluman tersebut banyak kejanggalan,seperti ukuran pondasi yang bawah bangunan sangat minim dan ukuran yang atas terlihat besar.kelihatannya saja dari atas bangunan tersebut sangat besar, akan tetapi kalau di lihat dari sisi bawah pondasi yang bawah sangatlah kecil, sudah terlihat sekali kalau kontraktor diduga mengurangi ukuran atau volume. Sudah terlihat dari foto yang di atas ukuran pondasi bawah dan atas sudah jauh sekali perbedaannya.

Ternyata masih banyak kontraktor yang main sembunyi sembunyi dengan mengerjakan proyek yang tanpa di ketahui oleh orang,proyek yang asal jadi dan juga tanpa di awasi oleh pengawas dari dinas terkait mau pun dari konsultan pengawas hingga para pekerja sembarangan cara mengerjakannya , diduga kuat proyek siluman tersebut sarat dikorupsi. Selain itu dilokasi proyek tidak pernah ketemu sama kontraktor dan hingga kini tidak diketahui siapa yang mengerjakan proyek saluran irigasi itu. Siapa sangka kalau ada proyek yang tersembunyi apa lagi proyek yang berada tepat di balik tembok red red sawiran.

Pengawasan dari dinas terkait atau konsultan pengawas seperti kurang konsisten jarang melihat ke lokasi proyek,karena di lokasi proyek jarang terlihat pengawas jadi proyek tersebut dikerjakan dengan sembarangan. Seperti campuran pasir dan semen cara mencampur tidak memakai molen (mesin pencampur pasir semen) hanya memakai alat manual serta campuran hanya menggunakan perkiraan saja.

Ir.Hanung Kepala Dinas Pengairan kabupaten Pasuruan masih belum bisa di konfirmasi terkait hal ini. (Ded)