Pasuruan, Tribunus-antara.com - Seorang pelaku narkoba jenis shabu ditangkap petugas kepolisian Sat narkoba yang dipimpin langsung oleh KBO satnarkoba Ipda Agus Purnomo beserta dua orang anak buahnya Selasa 13/09 pukul 16.30 Wib di sebuah SPBU dusun. Gading Ds. Gading Kec. Winongan Kab. Pasuruan. Pelaku bernama AA  Laki-laki (18) bekerja sebagai Sopir adalah warga Dsn. Panditan RT.01 RW.01 Ds. Panditan Kec. Lumbang Kab. Pasuruan

Kronologi penangkapannya, sesaat setelah petugas mendapat informasi dari masyarakat bahwa disekitar SPBU di Dsn. Gading Ds. Gading Kec. Winongan Kab. Pasuruan, ada seseorang yang sering menjual / mengedarkan Narkotika Gol.I jenis Shabu, Petugas langsung melakukan pengintaian dan pembuntutan kepada pelaku, saat itu salah satu Petugas Buser Reskoba menyamar sebagai Cewek dan menghubungi  pelaku lewat telepon dengan alasan bahwa sedang ketagihan Barang Haram tersebut. Tak menyadari sedang dijebak, pelaku terpancing untuk menjualnya dan mengantarka barang pesanannya. Disaat pelaku sudah berada di tempat janjiannya dengan seorang cewek yang tidak lain adalah petugas di SPBU, Petugas langsung menangkap pelaku dan langsung menggeledah pelaku, saat digeledah petugas dapat menemukan barang-barang bukti dari tangan pelaku antara lain : 2 (dua) kantong plastik klip kecil yang berisi Narkotika Gol. 1 jenis Shabu dengan berat kotor masing-masing 0,15 gr dan 0,13 gr, serta 1 (satu) unit Handphone merk Asiafone warna Hitam, selanjutnya pelaku beserta barang buktinya langsung digiring menuju Mapolres Pasuruan untuk proses penyidikannya.

Dalam pemeriksaan, pelaku AA mengaku benar dirinya telah menjadi pengguna aktif Narkotika Gol.I jenis Shabu selama 3 (tiga) bulan ini dan selain itu pelaku juga mengaku menjadi  Penjual/Pengedar kepada orang-orang yang membutuhkannya sejak 2 (dua) bulan terakhir dan akhirnya tertangkap tersebut, dan pelaku juga mengaku mendapat pasokan Narkotika Gol.I jenis Shabu tersebut dari Bandar yang beralamat diwilayah Lumbang (saat ini menjadi DPO Polres Pasuruan).

Untuk proses penyidikannya lebih lanjut pelaku saat ini ditahan di rumah tahanan Mapolres Pasuruan dijerat dengan UU RI No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara, “ujar Kasubbag Humas Polres Pasuruan  (abdulah)