Surabaya,Tribunus-antara.com - Guna memaksimalkan hasil pertanian, TNI AD turun ke sawah. Membantu petani dengan melakukan gerakan percepatan tanam, untuk masa tanam saat ini.

Seperti yang dilakukan Komando Distrik Militer (Kodim) 0830/Surabaya Utara melalui Koramil Benowo, bersama Kelompok Tani Kandangan menanam padi secara serentak guna mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan Pemerintah.

Penanaman padi secara serentak itu mengusung tema “Kita Tingkatkan Produksi Padi untuk Kesejahteraan Petani dan Ketahanan Pangan”, di Desa Kendung Kelurahan Sememi Kecamatan Benowo, Kota Surabaya, Jum’at (16/09).

Komandan Kodim 0830/SU Letkol Arm Beny Hendra Suwardi, S.Sos. mengatakan gerakan tanam padi itu merupakan bagian dari pencanangan Gerakan Tanam Serentak Padi Sawah Partisipasif menuju Swasembada Pangan.

“Penanaman serempak menggunakan bibit unggulan dengan sistem tanam jajar legowo di lahan sawah Bapak Hasim Kelompok Tani Subur dengan luas Lahan 3 hektar,” katanya.

Dalam penanaman padi bersama itu, kata dia, melibatkan elemen masyarakat di Desa kandangan Kelurahan Kandangan Kecamatan Benowo Kota Surabaya, dengan tujuan meningkatkan kebersamaan antara rakyat dan TNI AD, yang harus terus dipupuk, karena TNI memiliki motto `Bersama Rakyat TNI Kuat`.

“Ini merupakan kegiatan kebersamaan kami dengan rakyat, karena kami berasal dari rakyat. Jadi kegiatan seperti ini perlu digalakkan lagi agar antara rakyat dengan TNI bisa menjalin kebersamaan,” katanya.

Gerakan menanam padi itu, kata Dandim SU, juga dimaksudkan untuk memberi support kepada masyarakat agar lahan sawah yang ada di desa terus dijaga. Sehingga kebutuhan padi di wilayah Desa Kandangan Kelurahan Kandangan Kecamatan Benowo bisa terus ditingkatkan.

“Seperti yang kita ketahui bahwa banyak anak muda yang tidak tertarik bekerja di sawah. Hal ini membuat beberapa lahan persawahan di desa/kampung menjadi tak terurus lagi. Untuk itu, dengan adanya kegiatan seperti ini bisa memancing warga pedesaan mau tetap melakukan penanaman padi dan tetap menjaga persawaan,” katanya.

Kelompok Tani Subur, Bapak Hasim, mengaku senang dengan adanya kehadiran anggota TNI dalam program ini, membuat kami sebagai masyarakat petani merasa sangat terbantu dan termotivasi untuk bercocok tanam dengan baik. Dengan begitu, bisa mendorong swasembada pangan dan mencapai target upaya khusus program padi, jagung dan kedelai (Pajale) untuk menopang ketahanan pangan.   Dengan harapan, target swasembada pangan nasional akan lebih cepat tercapai.

Bapak Hasim mengakui, meski saat ini kendala di lapangan adalah pasokan air karena sebagian besar irigasi sedang diperbaiki, namun pihaknya optimis program tanam padi bisa terlaksana dan semoga hasil panen meningkat. /ngh