KEDIRI, TRIBUNUSANTARA.COM - Vihara Tjoe Hwie Kwang atau Tri Dharma Kota Kediri menjadi lokasi alternatif bagi FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama) dan PAUB (Paguyuban Antar Umat Beragama) Kota Kediri, untuk berkumpul dalam silaturahim dan menjaga persatuan dan kesatuan lintas agama. Silaturahim tersebut, juga dihadiri Kasdim Kediri, Mayor Inf Joni Morwantoto (mewakili Dandim Kediri), Walikota Kediri, Abdullah Abubakar, Kapolresta Kediri, AKBP wibowo, dan Ketua DPRD Kota Kediri, Kholifi Yunon, Selasa (20/09/2016).

"TNI akan berada di garis depan bila terjadi konflik yang berlatarbelakang SARA, dan selalu berada di posisi paling tengah dalam urusan perselisihan antar agama. Perbedaan agama jangan jadikan alasan untuk saling memusuhi atau saling menebar fitnah, tetapi jadikan segala perbedaan adalah bagian kemajemukan bangsa ini," kata Mayor Inf Joni Morwantoto.

Di antara Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Kediri,  hadir juga sejumlah tokoh lintas agama yang tergabung dalam FKUB, antara lain Komang Yudayana (Hindu), Suhendro Prasodjo (Budha), Timotius Kabul (Kristen Protestan), R.M. Antonius Gozali Rahmad (Kristen Katolik), Prayitno Sutikno (Konghuchu) dan Sutarto Prabowo (Penghayat) dan tidak ketinggalan Danramil Kota, Kapten Inf Harmadi, Danramil Pesantren, Kapten Inf. Priyo Prasodjo serta Danramil Mojoroto, Kapten Inf Arifin Effendi.

"Negara ini bukan diperuntukan hanya satu penganut agama, melainkan seluruh penganut agama dilindungi oleh konstitusi yang berlaku. Mudah mencari lawan tapi sulit mencari kawan, jadi jangan sekali- kali bangsa ini dipecahbelah oleh ego dan emosi pribadi, melainkan utamakan dasar konteks negeri ini, yaitu Bhinneka Tunggal Ika," pungkas Mayor Inf Joni Morwantoto.

Selain kumpul bareng, satu persatu Muspida Kota Kediri dan tokoh-tokoh agama melantunkan lagu-lagu tembang kenangan, walaupun hampir keseluruhan suara yang diperdengarkan jauh dari kelayakan seorang artis tampil di panggung hiburan, tetapi semangat kekeluargaan lebih penting daripada suara emas. (Pen)