Pasuruan, tribunusantara.com -  Aksi unjuk rasa kembali digelar oleh FORMAT (Forum Rembug Masyarakat Timur) di Kantor DPRD kabupaten Pasuruan Rabu 19/10 pukul 10.00  WIB. Aksi dilakukan untuk meminta bupati Irsyad Yusuf agar segera menutup Proyek Pembangunan terminal transmisi Pipa gas milik PGN (Pipa Gas Negara) dan PT. HCML ( Hulsky  CNOOC Madura Limited ) di desa Semare Kec. Kraton Kab. Pasuruan. Masa aksi 100 an orang peserta unjuk rasa menggunakan kendaraan berupa minibus, 50 unit sepeda motor, dan 1 unit pick up untuk mengusung sound system.

Selain meminta Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf untuk segera menutup proyek pembangunan PGN Semare karena menurut mereka PGN telah melanggar Undang - Undang, Ridwan Opou dalam oorasinya juga menyerukan, meminta Bupati Pasuruan untuk membubarkan BUMD Pasuruan migas ( PAMI ), karena telah merugikan pemerintah Kab. Pasuruan.

Ridwan Opu menambahkan, PAMI tidak bisa memberikan PAD selama didirikan, meminta aparat hukum Polisi dan Jaksa berani usut tuntas MAFIA perijinan proyek pembangunan Pipa Gas Negara ( PGN ) dan PT. HCML di Ds. di Semare, yang di duga melibatkan oknum DPRD dan Pemerintahan di lingkungan Kab. Pasuruan.

Spanduk yang diusung peserta UNRAS juga ada tulisan yang menyebutkan Usut Pengrusakan hutan Mangrove, Stop Mafia Perijinan.
, Usut proyek pipa gas,  juga spanduk bertulisan 'Stop perijinan proyek pipa gas.

Walau tak satu pun dari anggota Dewan yang menemui mereka, alias gedung DPRD dalam keadaan kosong. Salah seorang sfaf/pegawai bernama Sulaiman menemui peserta Unras dan berjanji nanti akan menyampaikan tuntutan-tuntutan kepada anggota dewan. Setelah itu para peserta demo pulang ke rumah masing-masing dengan tertib.

reporter: abdulah
editor     : Nugroho


Hak Jawab / Hak Koreksi:
call / SMS / WhatsApps:
082233590005 / 081357848782
Email: tribunusantara@gmail.com

PASURUAN

[Pasuruan][fbig1][#e74c3c]

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.