Pasuruan, tribunusantara.com - Banjir yang melanda hampir di sebagian besar wilayah baik kota maupun kabupaten Pasuruan, menggerakkan hati seorang anggota dewan Andri Wahyudi dari fraksi PDI Perjuangan kabupaten Pasuruan. Andri yang didampingi beberapa orang stafnya mendatangi rumah rumah warga desa di Kecamatan Rejoso kabup[aten Pasuruan, Selasa 11/10.

Kecamatan Rejoso menjadi langganan banjir kiriman setelah wilayah Pasuruan dan sekitarnya senin 10 Oktober hujan lebat, akibatnya air kiriman dari wilayah dataran tinggi Pasuruan yakni wilayah selatan mengakibatkan banjir diwilayah Kec. Rejoso, ada 4 (empat desa) yang terlihat kondisinya parah yaitu Desa Sadengrejo, Kawisrejo, Rejoso Kidul dan Kedungbako pun tergenang air bah.

Dari empat desa tersebut rata-rata ketinggian air mencapai satu meter atau mencapai lutut orang dewasa, akibat kekadian ini praktid aktifitas masyarakat sekitar lumpuh total.
Menurut pantauan awak media di yang bertugas di lapangan banjir tersebut merendam perumahan warga dan dan merendam persawahan petani sekitar. " Saya sudah tidak bisa apa-apa mas, barang-barang kami sudah banyak yang hilang terbawa arus air, belum lagi sawah kami sudah terendam air,

"Saya hanya bisa berharap pemerintah bisa membantu kami," tutur Mukidi warga desa Kawis nrejo saat ditemui wartawan tribunusantara di lokasi banjir. Sampai saat ini belum ada bantuan sama sekali dari siapapun mas, padahal kami butuh makanan dan minuman" ujar Fatimah tetangga Mukidi warga Kawisrejo.

Kunjungan Andri Wahyudi Anggota dewan Fraksi PDI-perjuangan kepada warga korban banjir di kecamatan Rejoso sempat membuat hati warga terobati. Paling tidak ada pimpinannya yang sudi melihat dan ikut merasakan musibah banjir ini. Bahkan Andri turun sendiri ke lokasi sambil sesekali berpose dengan warga dan anak-anak. Nampak sejenak warga dan anak-anak pun terkurangi beban derita akibat banjir.

" Saya sudah keliling empat desa, mas," ungkap Andri Wahyudi kepada media.  Memang warga butuh bantuan makanan dan minuman makanya,  kami begitu mendapatkan informasi ini, kita turun sendiri dengan tim untuk memastikan warga mendapatkan bantuan, kami membawa mie instan dan minuman mineral untuk para korban banji.

" Saya ingin pemerintah sigap dan tanggap dengan kebutuhan mendesak untuk para korban banjir." tambah Andri. Yang terpenting stok makanan dan minuman dapat terpenuhi.

Lebih lanjut Andri menyampaikan kepada pemerintah Kab. Pasuruan untuk segera membenahi sistem draenase yang ada di empat desa tersebut (KECAMATAN REJOSO)  sehingga kedepan banjir yang musiman ini bisa teratasi.
 (LUQMAN)