Pasuruan, Tribunus-Antara.com - Beredarnya isu pengamanan dana proyek instalasi gawat darurat (IGD) RSUD Bangil yang santer didengung-dengungkan oleh kalangan wartawan dan LSM diketahui sebelumnya ada beberapa oknum LSM ikut mendapat bagian di RSUD yang nilainya sangat fantastis, berdasarkan informasi dari narasumber yang dapat dipercaya, uang tersebut dibagikan oleh pejabat pembuat komitmen (PPK) RSUD bangil drg. Mauludwi, jumlah uang pengamanan yang masih dipegang oleh PPK tersebut saat ini sekitar 250 juta, diduga selain LSM juga ada oknum anggota dewan kabupaten Pasuruan yang ikut “ DUM-DUMAN” uang pengamanan tersebut.

Menurut Taufiq (LSM KPK NUSANTARA) mengatakan bahwa uang pengamanan proyek tersebut jelas menyalahi aturan, seharusnya tidak ada dana pengamanan, di indikasi bahwa proyek IGD RSUD Bangil syarat korupsi, “ kalau tidak ada permainan didalamnya, kenapa ada dana pengamanan” tutur Taufiq.
Lebih lanjut ia mengatakan dana yang seharusnya untuk pengomtimalan proyek IGD supaya lebih kokoh malah dipangkas dan di buat “DUM-DUMAN” Oleh oknum LSM, wartawan dan anggota Dewan.

Menurut divisi investigasi dan monitoring LSM PENJARA INDONESIA (Luqman Hakim) bahwa uang tersebut tidak dibagikan, hal itu justru menyulut kemarahan LSM dan Wartawan yang tidak mendapatkan jatah dari uang proyek tersebut. “jangan anggap wartawan dan LSM itu ngemis pada RSUD bangil, kemarin saya sudah kirim surat kepada rumah sakit, TAPI tidak ditanggapi sampai berita ini ditulis”.   (Yud/Dul/Fiq)