Pasuruan, tribunusantara.com - Aksi unjuk rasa digelar oleh sekelompok pemuda yang mengatas namakan GMNI (Gerakan Mahasiswa Indonesia) DPC Pasuruan. Kamis20/10 menggunakan kendaraan roda dua 30 an orang menuju Kantor Pemkab Jl. Hayam Wuruk No. 14 Kec. Panggungrejo Kota. Pasuruan'

Dalam orasinya para Mahasiswa itu menuntut pemerintahan kabupaten Pasuruan benar-benar serius menangani perkara bajir, mengingat hingga saat ini wilayah Rejoso masihg saja menjadi langganan banjir musiman.

Muhammad Rois kordinator aksi mengecam keras para pejabat pemerintahan kab,Pasuruan yang kinerjanya tidak pro rakyat. Menurutnya para pejabat hanya bisa menggelar acara foto bersama (selfie), pesta hiburan dan tidak ada komitmen yang jelas dengan program yang pro rakyat.

"Sebagai contoh, lanjut Rois di dalam pendistribusian air bersih, kalau memang kalian benar - benar penyambung lidah rakyat jangan hanya bisa habiskan APBN dan APBD untuk hiburan dan entertainmet saja, kasian rakyat kecil. Lalu, Pemkab Pasuruan harus melakukan reklamasi bekas tambang sertu atau galian C dan tambang batu di Kab. Pasuruan dan selalu hadir disetiap ada penderitaan masyarakat." teriaknya lagi." tambahnya

Kenapa Mega proyek 5 Kota besar yg berada di wil Jatim bisa tapi kenapa kalau buat 4 Kec yang ada di wil Timur tidak bisa? mana tanggung jawab pejabat? mahasiswa Meminta prioritas masalah pendidikan untuk masyarakat pemkab Pasuruan khususnya di wilayah Timur dan masyarakat dekat tambang.
 Mendesak agar Pemkab Pasuruan agar mengadakan Program yg pro rakyat dlm bidang nelayan dan pertanian mereka bekerja pertaruhkan nyawa siang dan malam.

Aksi unras GMNI memanas karena mahasiswa memaksa masuk ke Kantor Pemkab Pasuruan, tetapi dihalau oleh aparat kepolisian dan satuan Pol PP Kab. Pasuruan  Pkl 11.40 WIB Mahasiswa ditemui oleh Asisten 2 Kab. Pasuruan A. Munif dan Kakesbangpol Kab. Pasuruan Yudha.  Keduanya berjanji akan menyampaikan aspirasi para Mahasiswa nanti kepada Bupati Irsyad Yusuf. (ngh)