Pasuruan, tribunusantara.com  -
Sejumlah Pedagang kaki lima (PKL) sambat ke DPRD kota Pasuruan mereka meminta perhatian anggota dewan agar lokasi di depan masjid  Al Anwar atau Alun alun kota Pasuruan dapat di tempati kembali setelah ditertibkan oleh Satpol PP kota Pasuruan 5 hari yang lalu, mereka ingin untuk berdagang lagi. Para pedagang mengaku tidak punya penghasil setelah diobrak oleh satpol PP.

Didampingi oleh LSM penjara Indonesia, sekitar seratusan orang pedagang kaki lima kota mendatangi kantor DPRD Kota Pasuruan untuk mengajukan keluhan-keluhan mereka kepada wakil rakyat di Komisi 1 DPRD Kota. Mereka keberatan dengan diusirnya dari tempat jualan yang selama ini digunakan sebagai penunjang kebutuhan hidup sehari-hari.

Wiwik (40) warga kel.Mayangan yang berjualan kopi dengan penghasilan 50-100 ribu perhari mengaku sedih karena saat ini dirinya tak punya uang pemasukan. Padahal menurut Wiwik dia berjualan kopi tersebut untuk biaya sekolah tiga orang anaknya yang masih kecil-kecil.

"Mosok langsung diusir pak," kata Wiwik kepada Hilmi anggota komisi 1 DPRD. Seharusnya kan ada surat pemberitahuan terlebih dulu. Gak langsung obrak-abrik begitu. Saya kerja sendirian menghidupi diri saya dan anak saya." kata Wiwik perempuan yang menjanda dan harus hidup sendirian dengan seorang anaknya yang masih sekolah.

Senada dengan Wiwik, Muhammad (45) juga mengaku sedih dan kecewa dengan tindakan aparat pol PP yang semena-mena. Lelaki warga Ngempak yang kesehariannya jualan nasi goreng menggunakan gerobak dorong ini mengaku penghasilannya sangat berkurang drastis. Dirinya juga megharapkan pihak pemerintah tidak melarangnya jualan di seluruh wilayah sekitar alun-alun. Menurutnya alun-alun adalah tempat yang ramai untuk jualan nasi gorengnya.

Anggota komisi I DPRD kota Pasuruan, Helmi menampung seluruh aspirasi pedagang tersebut dan berjanji akan menyampaikan keluhan pedagang tadi kepada  pihak-pihak terkait.  Perihal penggusuran tersebut memang ada kaitannya dengan laporan masyarakat yang menginginkan agar lokasi alun alun Kota Pasuruan tersebut bersih .

"Kami akan menyampaikan aspirasi pedagang ini kepada pihak Sat Pol PP dan pemerintah Kota Pasuruan," kata Helmi



Hak Jawab / Hak Koreksi:
call / SMS / WhatsApps:
082233590005 / 081357848782
Email: tribunusantara@gmail.com

PASURUAN

[Pasuruan][fbig1][#e74c3c]

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.