Pasuruan, Tribunusantara.com - Ratusan massa dari 3 aliansi LSM (LIRA, Kipas dan LMBI) meluruk Kantor Finance FIF di Jl Veteran, Kota Pasuruan, Senin (31/10/2016). Dalam aksinya, ketiga LSM ini minta supaya FIF tidak arogan dalam menagih tunggakan konsumen. Apalagi menggunakan debt collector.  Alasan ketiga aliansi, pekerjaan debt colleptor sudah menyimpang dari aturan.

Ayi Suhaya, Bupati LIRA Pasuruan menyatakan, yang sekarang jadi korban arogansinya debt collector adalah Silvi (19) asal Kecamatan Bangil. Inti persoalannya, kata Ayi yang diamini Mamad dari KIPAS, orang tua Silfi memiliki tunggakan motor 2 bulan. Karena tunggakan itulah orang tuanya dikontak lewat HP yang mengaku dari Kantor FIF (Federal Internasional Finance)

Dalam kontaknya itu, FIF minta supaya tunggakan tersebut segera dilunasi. Orang tua Silfi mengatakan kepada pihak FIF bahwa dirinya hanya mampu membayar 1 cicilan saja. Sedang satu cicilan lagi akan dibayar menyusul. Tapi yang terjadi lain, debt collector mendatangi rumahnya. Karena di rumah tidak ada orang tuanya, maka Silvi yang akan dibawa (culik) oleh Debt colleptor,” papar Ayi Suhaya sembari menarik Silvi ke depan para wartawan.

Kordinator 3 LSM diterima oleh Kasat Reskrim Polresta Pasuruan untuk dialog di ruangan Kasat AKP.Riyanto. Inti pembicaraan, Ayik Suhaya, SH dkk melaporkan Debt Collector FIF yang berbuat diluar koridor hukum yang ada, sedangkan pihak pimpinan FIF Pasuruan Sri.S melaporkan balik pihak pendemo terkait pencemaran nama baik, Sri.S pimpinan FIF Pasuruan dalam demo dikatakan ‘Tidak punya Nurani’ dan tidak berpendidikan.

Reporter  : nur/wahyudi
Editor    : kadir zailani

     



Hak Jawab / Hak Koreksi:
call / SMS / WhatsApps:
082233590005 / 081357848782
Email: tribunusantara@gmail.com

PASURUAN

[Pasuruan][fbig1][#e74c3c]

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.