Pasuruan, tribunusantara.com - Kesemerawutan Terminal Wonorejo kabupaten Pasuruan masih saja menyisakan pembicaraan baik di kalangan masyarakat sekitar maupun para pemerhati sosial Pasuruan, termasuk juga LSM dan tokoh masyarakat. Keberadaan sub terminal Wonorejo banyak menyisahkan banyak problema. Salah satunya adalah penataan lapak-lapak di area terminal yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak Dinas Perhubungan.

Investigasi wartawan tribunusantara.com menyebutkan bahwa terdapat beberapa lapak yang disewakan pada orang lain. Perbedaan penghuni lapak dengan nama asli pemilik ini menimbulkan keresahan antar pemilik lapak di sub terminal tersebut.

Abu Hasan , sebagai pihak yang bertanggung jawab di sub-terminal Wonorejo, mengatakan bahwa dirinya bukanlah pembuat komitmen dan Mou dengan para pengguna lapak di situ


"Saya ndak tahu apa-apa, mas," kata Abu kepada tribunusantara.com. Itu urusaan pejabat  di sini sebelum saya. Masalah pungutan sebesar 20 ribu per bulan kepada mereka (pemilik lapak), itu untuk kejar target setoran saya kepada pemkab sebesar 6 juta rupiah per tahun. Saat ditanya berapa nilai setoran ke Pemkab terkait parkir chargo di sub-terminal Wonorejo tersebut, Abu Hasan enggan untuk menjawab.

Pihak Trantib/Satpol PP Kecamatan Wonorejo, Solikin saat ditemui di kantor kecamatan menyatakan bahwa pihaknya akan melaksanakan tugas dengan Surat Perintah dari Mako Pol PP, Apabila tidak ada maka dirinya tidak bisa berbuat apa-apa.
Kecuali, menghimbau kepada pihak Dishub untuk segera melakukan pendataan dan mengevaluasi pemilik lapak/penjual warung di sub terminal Wonorejo.  (luq/Yud)


Hak Jawab / Hak Koreksi:
call / SMS / WhatsApps:
082233590005 / 081357848782
Email: tribunusantara@gmail.com

PASURUAN

[Pasuruan][fbig1][#e74c3c]

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.