Pasuruan, tribunusantara.com - Dewan pengurus pusat Ikatan Pesantren Indonesia (IPI),
menghimbau kepada semua pengurus IPI dan jaringan pesantren pesantren di seluruh Indonesia melakukan doa bersama (istighaatsah) untuk keselamatan Bangsa dan Negara NKRI.

"Bagi saudara-saudara kita yg berunjuk rasa, aparat keamanan, diberikan kesabaran dan semoga pemerintah kita diberikan kearifan," ungkap ketua IPI Zaine Ahmad.

IPI tidak menyalahkan saudara-saudara kita yang berunjuk rasa, karena berdasarkan pengalaman yang ada tanpa adanya desakan dari rakyat, penyelesaian masalah bisa ditunda tunda atau bahkan dipeti eskan.


IPI menghimbau berunjuk rasa harus menjaga hati untuk tetap ikhlas, tetap semangat dan tetap menjunjung tinggi akhlaq Islami. Dalam suratnya, IPI menambahkan agar unjuk rasa dilakukan secara damai, dan santun. Jangan sampai ada caci maki, jauhi ungkapan kebencian dan jangan sampai terjadi pengrusakan & anarkisme.

Waspadai adanya pemanfaatan penyusup kepentingan asing yg ingin merusak citra Islam dan keutuhan NKRI.

IPI mengajak "Wujudkan dukungan dan solidaritas demi kehormatan Al Qur'an, dengan mendoakan yang berunjuk rasa, semoga mereka mendapat perlindungan, pertolongan dan ridla Allah swt"

IPI berharap jangan ada yang salah faham. Unjuk rasa dan doa solidaritas ini semata-mata demi membela dan menjaga kehormatan kitab suci al Qur'an dan para Shuhada' ulama dan ummat islam. Sama sekali tidak ada kaitan dan jangan dikait-kaitkan dengan urusan politik praktis. (dir)