Tuban,  tribunus-antara.com : PT. PJB (Pembangkit Jawa Bali) yang merupakan cucu dari BUMN (Badan Usaha Milik Negara) PLN yang  didirikan untuk memenuhi kebutuhan lini bisnis dalam memberikan  jasa operasi dan pemeliharaan unit pembangkit listrik, dengan visi “Menjadi perusahaan pengelola asset pembangkit listrik dan pendukungnya dengan standart internasional”.

PT. PJB yang ada di Tuban mempunyai tugas untuk mengoperasionalkan PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Tanjung Awar-awar yang terletak di Desa Wadung, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban yang  memiliki dua unit pembangkit listrik dengan bahan bakar batu bara, dan masing-masing unit mampu menghasilkan listrik sebesar 350 Mega Watt (MW), yang dialirkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Jawa – Bali.

Mengingat PLTU Tanjung Awar-awar merupakan salah satu obyek vital nasional yang berada di wilayah Kabupaten Tuban, dimana General Manager PT. PJB Bapak Hendri Bastian sebagai penanggung jawab operasioanal PLTU Tanjung Awar-awar sangat peduli terhadap Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) di perusahaan yang menjadi tanggungjawabnya.

Pada tanggal 22 Nopember 2016 dilaksanakan Simulasi Penanganan Huru-hara dan Penjinakan Bom oleh PT. PJB bekerjasama dengan Polres Tuban di areal PLTU Tanjung Awar-awar, yang dihadiri oleh Kapolres Tuban AKBP Fadly Samad, SH, SIK, MH, Komandan Kodim 0811 Letkol Inf Sarwo Supriyo, Managemen PT. PJB Pusat Bapak Sugeng Budiono, Camat Jenu Drs. Kasmuri, MSi, Kapolsek Jenu AKP Yani Susilo, SH, Danramil 0811/15 Kapten Inf Agus Prayitno dan undangan dari perusahaan yang ada diwilayah Kecamatan Jenu.

Pelibatan pasukan dalam kegiatan tersebut terdiri dari enam anggota Koramil 0811/15 Jenu yang dipimpin Serma Sunardi, Sabhara dari Polres Tuban, Satu Regu Polwan, satu Team Jibom dari Polda Jatim dan satu Unit Pemadam Kebakaran serta 300 masa yang melaksanakan unjuk rasa diperagakan oleh anggota Polres Tuban, anggota security dan cleaning service PLTU Tanjung Awar-awar.

“Simulasi penanganan huru-hara dan penjinakan bom merupakan implementasi Sistem Manajemen pengamanan (SMP) sesuai Peraturan Kapolri Nomor 24 tahun 2007,”kata Kapolres Tuban saat memberikan sambutan pada pelaksanaan apel persiapan pelaksanaan simulasi.

Sementara itu, Dandim Tuban, Letkol Inf Sarwo Supriyo mengatakan, pihaknya sangat mendukung digelarnya kegiatan ini, sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya huru-hara di PLTU Tanjung Awar-awar yang merupakan salah satu obyek vital nasional (Obvitnas) di Kabupaten Tuban.

“Ini merupakan bentuk kesiapsiagaan kita dalam masalah pengamanan, sehingga dapat meningkatkan keterampilan serta sikap kewaspadaan kita terhadap kemungkinan terjadinya huru-hara di PLTU TanjungAwar-awar,” terangnya.