Pasuruan, Tribunus-Antara.Com –  Ratusan massa Front  Pembela Islam (FPI) Pasuruan mendatangi Mapolresta Pasuruan  setelah melakukan sujud syukur bersama yang dilakukan di Masjid Polresta. Sujud itu sebagai wujud sukur  atas penetapan tersangka Basuki Cahaya Purnama (Ahok ) Gubernur non aktif  DKI Jakarta. Aksi ini dipimpin oleh Habib Abdullah Alhadad dan didampingi oleh beberapa pengurus wilayah FPI Pasuruan.

Setelah melakukan sujud syukur bersama kemudian mereka mendatangi kantor Mapolresta  Pasuruan dan diterima langsung oleh Wakapolresta Pasuruan Kompol Herlina dan jajarannya. Di hadapan Wakapolresta dibacakan pernyataan sikap oleh Gus Nawawi .

Pertama, ucapan terima kasih kepada seluruh Kyai dan  Habaib yang bergabung dengan Forum Pengawal Fatwa MUI dan seluruh ummat Islam Pasuruan atas dukungan serta  partisipasinya dalam mengawal dugaan penistaan agama oleh Ahok.

Kedua, apresiasi sebesar-besarnya atas kinerja kepolisian RI yang telah melakukan proses hukum secara profesional kepada Ahok  sehingga sampai ada penetapan tersangka serta mengawal jalannya proses hukum tersebut.

Ketiga, menuntut kepada aparat penegak hukum agar segera melakukan penahanan kepada tersangka Ahok.  Karena Ahok sangat sering mengeluarkan stateman yang dapat menimbulkan kegaduhan diantara umat Islam.

Dengan pernyataan tersebut, Wakapolres mengucapkan terima kasih atas dukungan dari teman-teman FPI Pasuruan.  “Saya juga minta maaf karena Pak Kapolresta tidak bisa menemui para pengurus FPI  karena beliau ke Polda, “ tutur Kompol Herlina. Lebih lanjut Wakapolresta berjanji untuk meneruskan tuntutan FPI Pasuruan ke Kapolresta dan pimpinan lebih atas.   (luqman hakim)