Kabupaten Pasuruan lahir 18 September 929 berdasarkan Prasasti Cunggrang yang merupakan salah satu prasasti peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, prasasti ini terletak di Dusun Sukci, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol.  Prasasti Cunggrang berada dekat dengan makam-makam umum seehingga membuat prasasti ini terkesan sedikit mistis.


Prasasti Cunggrang dibuat oleh Mpu Sendok, sang Pendiri Wangsa Isyana Kerajaan Medang (Mataram Kuno) pada tanggal 18 September tahun 851 Saka atau 929 Masehi. Prasasti ini dibangun sebagai ucapan terima kasih kepada penduduk Dusun Cunggrang (sekarang disebut dengan Dusun Sukci) yang telah bergotong royong merawat pertapaan, prasada, dan pancuran air di Gunung Penanggungan yang saat itu disebut dengan Pawitra. Hal ini membuktikan bahwa budaya gotong royong rakyat Pasuruan sudah ada sejak jaman dahulu kala.

Isi Prasasti Cunggrang terdiri dari tulisan Jawa kuno tidak dapat terbaca dengan jelas dikarenakan banyak bagian yang aus. Namun inti prasasti Cun
ggrang menjelaskan bahwa daerah yang bernama Cunggrang, dijadikan daerah sima, yaitu daerah yang dibebaskan dari pajak oleh Kerajaan Mataram.
 Adapun Unsur – unsur penanggalan Prasasti Cunggrang adalah sebagai berikut: “(Swasti caka) warsatita 851 asujimasa (tithi dwadaci cukla) paksa tu(ng), Pa, Cu (wara Satabbisanaksa) tra. Ba (runa dewata. Gandayoga irika di) wasa.” Artinya: Selamat tahun caka yang telah lalu 851 bulan Asuji tanggal 12 bagian bulan terang (hari yang bersikles enam) atunglai, (hari yang bersikles lima) pahing, (hari yang bersikles tujuh) Selasa.  “ni ajna maharaja…”
Artinya: Perintah Sri Maharaja

Dari prasasti ini, Kabupaten Pasuruan sudah ada sejak dahulu dengan nama Pasuruhan. Maka kaitan antara Prasasti Cunggrang dengan Kabupaten Pasuruan sangat lekat. Hingga akhirnya penanggalan di prasasti ini dijadikan Hari Jadi Kabupaten Pasuruan yang tahun 2016 lalu telah berusia 1087 tahun.

sumber: dari berbagai sumber
editor  : nugroho