Madiun, tribunus-antara.com : Seminar Nasional Wawasan Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Kota Madiun bertempat di Asrama Haji Kota Madiun Jl. Ring Road Kota Madiun, Senin (7/11/16). Acara ini dihadiri oleh Kepala Staf Resort Milter (Kasrem 081/DSJ) Letkol Inf Jemz Andre Ratu Edo, S.Sos, Sekda Kota Madiun Drs. Maidi, SH, MM, Mpd, Kasat Bimas Polres Madiun Kota AKP Sigit, Kasiter Rem 081/DSJ Letkol Inf A. Sudiatna, Kabalak dan Kasdim jajaran Rem 081/DSJ, Muspika Kec. Mangunharjo, Pengurus Gereja se-Karesidenan Madiun, Toga, Toda dan Tomas.

Bertindak sebagai Narasumber DR. KH. Hasyim Muzadi Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia, mengambil Tema : “Dengan Semangat Hari Pahlawan, Kita Tingkatkan Kebersamaan, Kerukunan Intern dan Antar Umat Beragama”.

Letkol Inf Jemz Andre Ratu Edo  mewakili Komandan Korem 081/DSJ menyampaikan tentang pembahasan mewujudkan Sishanta yang tangguh melalui peran binter TNI AD oleh Satkowil (Kodam, Korem, Kodim dan Koramil), dalam melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan aspek darat dalam rangka menyiapkan potensi pertahanan menjadi kekuatan pertahanan bagi kepentingan pertahanan negara.

Lebih lanjut Kasrem mengatakan kepada media, bahwa pertahanan negara adalah upaya nasional yang harus melibatkan seluruh potensi dan kekuatan nasional berdasarkan sistem pertahanan rakyat semesta ( SISHANTA ). Pertahanan negara tidak ditujukan untuk perang tetapi untuk mewujudkan perdamaian, keutuhan NKRI, mengamankan kepentingan nasional, dan menjalin terlaksananya pembangunan nasional. Bahwa Binter adalah implementasi dari pemberdayaan wilayah pertahanan dan diarahkan kepada tersusunnya kondisi pertahanan yang kuat.

Masih menurut Kasrem, menyongsong Hari Pahlawan ini, tentunya semua pihak harus belajar dari refleksi sejarah merebut kemerdekaan, jangan sampai pengalaman itu terjadi sekarang ini, ancaman nyata bagi bangsa disamping banyaknya pertumbuhan penduduk yang tidak diimbangi oleh ketersediaan pangan, mineral dan energy. Maka proxywear atau perang yang menggunakan pihak ketiga menjadi strategi pihak asing yang ingin menguasai dan melemahkan NKRI.

"Proxywear jelas sudah terindikasi masuk ke wilayah indonesia, di tandai banyaknya masuk narkoba, perkelahian antar pelajar, saling menjatuhkan antar lembaga negara, konflik antar umat beragama dan lain lain. Kita harus selalu mewaspadai terhadap Proxy wear, kalau dibiarkan ini sangat membahayakan Elemen dan kelangsungan hidup bangsa terutama generasi muda jangan mudah terpengaruh proxywear," tambah Letkol Inf Jemz Andre Ratu Edo. (LS)