PASURUAN : Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan sikapi kematian 2 bocah yang tewas di tambang sirtu milik CV Dua Jaya di Desa Grati Tunon, Kecamatan Grati. Ketua Komisi I, dr. H. Amir Ragil, menyatakan kalau secara kasat mata eksploitasi tambang sirtu CV Dua Jaya ada pelanggaran. Oleh karenanya, Amir Ragil minta agar Polres Pasuruan Kota mengusutnya.

“Untuk saat ini kami masih belum bisa memberikan statement secara detail, Tapi yang jelas apa yang kita dapat dari lokasi tambang sekaligus lokasi kematian dua bocah itu akan kami rapatkan di komisi. Kami minta kepada pemerintah supaya memberikan perhatian kepada keluarga korban. Paling tidak berupa santunan,” ungkap Amir Ragil dari Partai Demokrat asal Desa Sumurwaru, Kecamatan Grati kepada media ini.

Masih kata Amir Ragil, pihaknya juga akan memanggil dinas perijinan bersama dinas terkait lainnya. Tujuannya untuk mendapatkan penjelasan secara detail masalah perijinannya. Yang paling utama dalam kasus ini adalah keselamatan warga sekitar. Apa yang dilontarkan Amir Ragil ini diiyakan oleh anggota Komisi I lainnya, yaitu H. Munawir dari PKB, H. Adi Laksono dari Partai Golkar.

Kedatangan rombongan Komisi I didampingi Camat Grati Zaenal Abidin, Lurah Grati Tunon Moh. Hasbi, Kasi Penindakan Sat Pol PP Hartono, 2 wakil dari Badan Lingkungan Hidup, dan perwakilan dari CV Dua Jaya, Putu. Pihak perwakilan CV Dua Jaya mengaku siap jika sewaktu-waktu dihadapkan petugas Sat Reskrim Polres Pasuruan Kota. “Kami akan kooperatif jika memang nanti  ditemukan adanya tindak pidana oleh petugas penegak hukum,” kata Putu dengan enteng.

Seperti diberitakan, dua bocah, masing-masing Bahrul Ulum (9) dan Ahmad Priyo (8) warga Dusun Kalipang Krikilan, Kelurahan Grati Tunon, Kecamatan Grati, tewas di kubangan bekas galian sirtu milik CV Dua Jaya. Keduanya ditemukan orang tuanya sendiri  dalam kondisi tidak bernyawa dan mengambang. Keterangan warga sekitar, kubangan ini sengaja dibuat oleh pekerja tambang untuk mencuci alat kerja dan kendaraan. (tim-tribunus-antara)  

Posting Komentar