Jembatan dasar sungai Kali Bekacak (DAS Kedung Larangan
Pasuruan, tribunus-antara.cm  -  Pencarian korban yang terseret banjir di sungai Bekacak (DAS Kedung Larangan) hingga Rabu 25/01 pukul 1840 belum juga membuahkan hasil. Valensia Indriani (21 th) mahasiswa Kesehatan di Pandaan warga Kali Telo Kab.Malang, yang terseret arus sungai kemarin sore bersama kekasihnya. Tim SAR (Search And Resque) dan BPBD Pasuruan dengan dibantu warga sekitar serta relawan menyusuri sungai Tamanan/Bekacak namun hasilnya masih nihil.

“Saya dan teman teman berusaha mencari Korban, doakan saja mas biar cepat ketemu” ujar Ansori pada Awak Media. Ansori salah satu Warga yang ikut mencari korban mengatakan, bahwa dirinya dan warga berusaha sekuat tenaga mencari di mana korban berada, wlaupun kecil kemungkinan diharapkan mereka mampu menemukan orban dalam keadaan hidup.

Warga setempat juga berupaya Jasa Para normal. Warga sekitar Kali Bekacak/Kedung larangan tersebut yakin beberapa kali ada musibah orang tenggelam pasti nanti akan muncul sendiri tidak jauh dari lokasi kejadian. Kata warga, pada hari yang sudah ditentukan oleh sang penuh kedung tersebut jenazah akan mengapung dengan sendirinya. Itu berarti sang penunggu sungai ini sudah berkenan mengembalikan sang korban.

Sungai yang berdekatan dengan makam Pak Sakera ini memang mempunyai nilai mistis tersendiri, itu dikarenakan sungai yang memiliki kedalaman sekitar 25 M  ini sudah seringkali menelan  korban, anehnya lagi yang menjadi korban justru orang dari luar Pasuruan alias bukan warga Pasuruan. Sungai Kedung Bekacak adalah sungai yang besar, namun sering memiliki debit air kecil, oleh warga sekitar sungai ini dibuatkan jalan pintas berbentuk seperti jembatan melintas dekat sekali dengan dasar sungai. Kalau lagi Banjir besar jalan (jembatan) mepetdasar sungai ini ditutup untuk pengguna jalan. Naas Korban bersma pacarnya yang melewati jalan jembatan tersebut datang arus air bah dengan tiba-tiba Keduanya terseret berikut motor Yamaha VIXION, Wahyudi selamat namun tidak untuk Valensia Indriani yang kuliah di Sekolah Tinggi Kesehatan Pandaan ini

Keluarga korban masih menunggu dan berharap Valensia segera ditemukan dalam keadaan selamat in terlihat Shock dan depresi nampak menahan tangis dengan wajh sembab. Wahyudi, teman korban yang kemarin memboncengnya enggan pergi meninggalkan lokasi kejadian dan memilih menunggu kabar dari Tim SAR dengan ditemani keluarganya d lokasi. ( Yudie / Warda )


Hak Jawab / Hak Koreksi:
call / SMS / WhatsApps:
082233590005 / 081357848782
Email: tribunusantara@gmail.com

PASURUAN

[Pasuruan][fbig1][#e74c3c]

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.