PASURUAN : Legalitas tambang sirtu Desa Grati Tunon, Kecamatan Grati lokasi matinya 2 bocah sekitar karena tenggelam di kubangan bekas galian patut dipertanyakan. Ada dugaan, ijin tambang yang dimiliki CV Dua Jaya milik Nur Kholis sudah habis masa berlakunya. Seperti surat ijin tambang CV Dua Jaya yang dibawa oleh Hartono, Kasi Penindakan Sat Pol PP Kabupaten Pasuruan ke lokasi sudah habis masa berlakunya. Sesuai surat ijin yang dibawa Hartono diterbitkan pada tahun 2009. Masa berlakunya 5 tahun. Berarti tahun 2014 surat ijin ini sudah habis masa berlakunya.

 “Saat kami tanya masa berlakunya ijin tambang CV Dua Jaya, Pak Hartono mengaku tidak tahu. Tapi dalam stop map yang berisi surat ijin CV Dua Jaya tertuang terbitnya ijin tahun 2009. Ini kan berarti habis masa berlakunya tahun 2014. Kemudian tahun 2015 berlaku pengurusan ijin tambang dipusatkan di Pemprop Jatim, Apakah ijin dari Pemprop Jatim, itu yang kami pertanyakan,” tanya Ismail Maki, SE, MM, Ketua LSM ENCORE, lembaga lingkungan hidup.

Kata Maki, juga Ketua Forum Masyarakat Timur (FORMAT), menceritakan, kalau CV Dua Jaya proses perijinannya sempat tertunda-tunda. Ketika itu Bupati Pasuruan masih dijabat oleh Dade Angga. Selang satu hari Dade Angga akan lengser terbitlah perijinan tersebut. Sejak itulah tambang tersebut dimulai. Tidak lama kemudian, muncul masalah di lapangan. Yaitu, permasalahan dengan warga sekitar.

Bahkan lanjut Maki, pada masa pemerintahan HM Irsyad Yusuf yang berpasangan dengan H. Riang Kulup Prayudha, wakil Bupati Pasuruan,  tambang ini kembali kesandung masalah. Singkat cerita, Wakil Bupati menutup tambang tersebut. Tapi ironis, selang tidak lama kemudian, tambang milik warga Jl Cokroaminoto, Kota Probolinggo ini kembali dibuka oleh Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf.

“Ini kan aneh, kok bisa terjadi. Pak Wabup yang menutup terus Pak Bupati yang membuka lagi. Ada apa ini ?,” tegas Maki.

Kasat Reskrim AKP Riyanto, yang ditanya soal perijinan CV Dua Jaya, pihaknya mengaku tidak tahu. Permasalahan tersebut bukan ranah kepolisian. Soal perijinan ini kewenangan berada di tangan Sat Pol PP Kabupaten Pasuruan. Berkaitan dengan kematian dua bocah di lokasi tambang, beberapa waktu lalu pihak CV Dua Jaya sudah memberikan santunan. Sementara sampai sore, media ini belum memperoleh konfirmasi dari pemilik tambang, Nur Cholis. Menurut (tim-tribunus)
 informasi Nur Cholis saat ini sedang sakit..

editor: kadir zaelani
.  

Posting Komentar