PASURUAN - LSM Penjara Indonesia melaporkan PT Buana Megah beralamatkan di Jl Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji KM 40, Kabupaten Pasuruan, ke Polres Pasuruan dan BLH (Badan Lingkungan Hidup) Kabupaten Pasuruan serta Bupati Pasuruan. Dalam laporannya LSM Penjara Indonesia meminta kepada Polres Pasuruan segera menindak lanjuti temuan lembaga Pemantau Aparatur Negara. Yaitu, Pelanggaran hukum berupa pembuangan limbah padat Non B3 berupa plastik pada lahan terbuka di bekas lahan tambang Desa Blawi, Kecamatan Rembang. Kepada Bupati, pabrik yang tidak peduli dengan lingkungan hidup seperti ini harus bertindak tegas sesuai dengan Undang-Undang Lingkungan Hidup.

"Jika memang dalam undang-undangnya harus ditutup, ya Pak Bupati harus menutupnya. Kalau dalam aturan hukumnya harus dibawa ranah hukum, ya Polres Pasuruan harus mengusutnya lalu memeriksa dan membawa perk
ara ini ke meja pengadilan," tegas Lukman Hakim, Ketua DPC LSM Penjara Indonesia kepada wartawan media ini. Kata Lukman, sesuai dengan temuannya di lapangan, pihaknya menemukan buangan limbah di kawasan dekat dengan lapangan TNI AU. Yaitu di Desa Blawi, Kecamatan Rembang.

Pelanggaran yang dilakukan pihak pabrik jelas melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 08 tahun 2016, tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. "Pertanyaan kami, sebagai penegak Perda mengapa Sat Pol PP tidak pernah bertindak. Mestinya Pol PP tahu begitu harus melakukan tindakan. Minimal memanggil perusahaan untuk dimintai pertanggung jawaban," ujar Lukman. Lukman mengatakan kalau anggotanya telah memergoki pembuangan limbah di kawasan tersebut.

Yang menjadi kekhawatiran Lukman, limbah yang terkadang dibakar ini akan berdampak pada perubahan kultur tanah sehingga merusak sawah warga. Menurut Lukman, dirinya sudah berkali-kali mengadukan masalah ini kepada BLH Kabupaten Pasuruan. Tapi nyatanya sampai sekarang belum pernah direspon. Kepada Sat Pol PP juga pernah diwaduli LSM Penjara. Tapi sama saja, yaitu tetap saja tidak pernah merespon. "Proses pembuangan sampah tidak berijin masih tetap dilakukan sampai sekarang. Untuk itu kami meminta kepada Sat Pol PP dan BLH memberikan tindakan tegas kepada pihak perusahaan. Kalau tidak kami akan berunjuk rasa ke BLH dan Pol PP," urai Lukman. (kadir)






















Hak Jawab / Hak Koreksi:
call / SMS / WhatsApps:
082233590005 / 081357848782
Email: tribunusantara@gmail.com

PASURUAN

[Pasuruan][fbig1][#e74c3c]

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.