Pasuruan, tribunus-antara.com  - Kecelakaan yang terjadi di desa Lebak Winongan Senin lalu yang menyebabkan Dump truck muat batu galian tambang dan hampir saja menimbulkan korban jiwa seorang pengendara motor  mendapat perhatian dari pemerintah kabupaten Pasuruan.  Akhirnya Pertemuan Pengusaha Tambang dengan warga pun digelar di Balai Desa Winongan Lor Selasa 31/01 pukul 10.00 Wib

Pertemuan tersebut dihadiri oleh anggota Komisi 4 diantaranya Haji Sholeh dan Abu Bakar. Hadir juga Kapolsek Winongan, Danramil Winongan Kapten M.Soleh, LSM dan Seluruh Kepala Desa di Kecamatan Winongan. Acara yang digelar oleh Camat Tectona Jati tersebut juga mengundang tokoh ulama Ustad H.Karim, Mpdi.

Dalam pertemuan tersebut intinya masyarakat mengeluhkan jalan-jalan yang rusak dan hancur karena angkutan berat dari truk Tambang di desa-desa wilayah kec.Winongan. Warga meminta untuk mengurangi kapasitas tonase truk agar sesuai dengan kelas jalan. Warga juga meminta agar truck-truk proyek yang memuat tanah urug dan sirtu tersebut menutup dengan terpal agar debu tanah tidak menganggu warga.

Selain itu, pihak pengusaha tambang wajib memperhatikan sarana dan prasarana masyarakat seperti saluran gorong-gorong air, jalan serta jembatan yang rusak akibat truk proyek yang muatannya melebihi kapasitas. Dan apabila musim hujan seharusnya aktifitas Tambang tidak aktif dulu, karena menyebabkan jalan semakin hancur.

Pengusaha tambang saat  mendengar keluhan warga tersebut berjanji akan segera memperbaiki saluran air (gorong-gorong) yang  rusak  dan segera menindak lanjuti saran dan permintaan warga yang telah diutarakan dalam pertemuan tersebut.  (nur/joko)




Posting Komentar