PASURUAN - Kawananan begal yang beroperasi di wilayah hukum Polsek Purwosari,  Senin 02/01 sekitar jam 16.00 berhasil dibekuk oleh Satuan Buser Reserse Kriminal Polres Pasuruan. Penangkapan 'WIT' (26) warga desa Capang Purwodadi ini merupakan pengembangan dari penangkapan begal yang kini menjadi penghuni sel tahanan, yaitu IZ dan penadahnya FAT.

WIT merupakan DPO begal sepeda motor Honda Vario 125 No. Pol N-4241-TBA di dsn. Kemantren RT.11 RW.02 Ds. Martopuro Kec. Purwosari Kab. Pasuruan. di Pemandian Saigon Waterpark yang termasuk Ds. Pucangsari Kec. Purwosari Kab. Pasuruan beberapa waktu lalu. Penangkapan WIT pengembangan dari IZ  rekannya saat melakukan pencurian Sepeda Motor. IZ sudah ditangkap terlebih dahulu oleh Polsek Lawang Polres Malang dalam perkara lain (Curat Ranmor) di wilayah Lawang, dan dari hasil penyidikan IZ mengaku telah melakukan curat beberapa kali, hingga berkembang menyeret WIT.

Dari sinilah Petugas Polres Pasuruan kantongi identitas WIT yang juga merupakan DPO kasus curat sepeda motor Honda Vario 125 No. Pol N-4241-TBA di wilayah Purwosari sesuai LP/23/VII/2016/Jatim/Respas/Sek Purwosari tanggal 18 Juli 2016, hingga akhirnya berhasil tertangkap tersebut.

Polisi berhasil menangkap WIT dengan cara menyamar sebagai seorang wanita menelpon DPO ini untuk ketemuan dan berkencan. Pancingan ini mengenai sasaran,  WIT lalu mengajak ketemuan di Pemandian Water Park Saigon kecamatan Purwosaari desa Pucangsari. Saat buruannya tiba, Polisi langsung membekuk pelaku lalu menyeretnya ke Mpolres Pasuruan.

Saat diperiksa WIT mengakui telah melakukan curat sepeda motor bersama dengan rekannya IZ. Menurut WIT, rekannya IZ ini berperan mengawasi keadaan sekitar sedangkan WIT sendiri berperan mengambil sepeda motor dengan cara merusak tempat kunci kontak menggunakan Kunci T.  Setelah berhasil kedua pelaku langsung kabur dan langsung menjual sepeda motor hasil curian tersebut ke penadah FAT (tertangkap oleh Polsek Purwosari).

Saat ini, pelaku sedang di tahan di Rumah Tahanan Polres Pasuruan untuk menjalani proses penyidikan dan di jerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.



Posting Komentar