Pasuruan, Tribunusantara.com - Perusahaan pengelolaan pupuk di Dusung Jeting, Desa Tebas, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, tidak mendapat respon dari aparat desa maupun dari kecamatan. Warga yang sudah jengah dan tak mampu menahan bau busuk pabrik pupuk berbahan baku tetes ini mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa ke Rumah Dinas Bupati di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti Jl Alun-alun Utara, Kota Pasuruan.

Tidak itu saja, warga juga akan meluruk Kantor Bupati dan Kantor DPRD Kabupaten Pasuruan. Permintaan warga, pabrik yang diindikasikan tidak punya ijin dari warga sekitar ini supaya ditutup. Kalau tidak, warga siap untuk menutup sendiri dengan cara mereka sendiri. “Kalau tidak percaya silahkan para pejabat, termasuk Bapak Bupati  menginap di sekitar pabrik. Tujuannya biar merasakan atau tahu sendiri bagaimana bau pabrik pupuk ini,” ancam warga sembari menunjuk pabrik tutup pintu gerbangnya.

Kades Tebas, Muadin yang ditemui wartawan media ini di rumahnya mengakui kalau dirinya tidak pernah ke lokasi pabrik. Alasannya, dia khawatir akan terkena tudingan warganya. Yang paling ditakuti Kades, warga menuding kalau dirinya ada kong-kalikong dengan pemilik pabrik. Maka itu, kalaupun Kades tahu keberadaan pabrik tersebut, dirinya berusaha menghindarinya. Apalagi pertemuan dengan pemilik pabrik, yaitu Rudi asal Perum Sekargadung, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan.

Kades kepada wartawan media ini menyatakan kalau yang protes terkait dengan bau limbah pabrik itu bukan warganya. Tapi warga yang berdomisili di Desa Pohgading, Kecamatan Pasrepan yang berbatasan dengan lokasi pabrik. Protes ini memang berkali-kali dilaporkan ke desa dan kecamatan. “Jadi yang protes limbah pabrik pupuk ini bukan warga Desa Tebas. Tapi warga tetangga desa, yaitu Desa Pohgading,” ungkap Kades saat ditemui di rumahnya beberapa waktu lalu.

Kasat Pol PP Kabupaten Pasuruan, Prayudha, yang dihubungi melalui sambungan selularnya tidak aktif. Hingga malam kemarin, HP Kasat Pol PP masih belum juga aktif. Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH), Muhaimin, yang juga dikontak HP-nya juga tidak aktif.     (nugroho/kadir)

Posting Komentar