PASURUAN,  tribunus-antara.com  -  Peredaram minuman keras ( miras ) dikawasan Woronini di jalan Aerlangga Kelurahan Purworejo,Kecamatan Purworejo kota Pasuruan. Mendapat perhatian tidak hanya dari tiga pilar kecamatan Purworejo, namun juga dari kalangan dunia pendidikan. Mengingat Toko Miras NICO di jalan Aerlangga Wironini tersebut berhadapan dengan Lembaga Pendidikan MAN (Madarasah Aliyah Negeri) dan Hanya berjarak 50 meter saja

Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Pasuruan, Makmur Salim, merasa cemas dan sangat prihatin dengan peredaran miras dikota teriutama di Jalan Aerlangga tersebut. Apalagi yang mengkonsumsi miras banyak anak muda bahkan pelajar sekolah. Untuk itu Makmur Salim berharap aparatur pemerintah daerah lebih tegas dan intesif dalam menertibkan bahkan mebersihkan peredaran miras di kalangan pelajar dan pemuda Kota Pasuruan.

"MAN merupakan Lembaga Sekolah yang berada dibawah naungan Kantor Kementrian Agama  kota Pasuruan ini, adalah sekolah yang berwawasan Islam," kata Makmur Salim kepada tribunus-antara.com. Sungguh menjadi sangat ironi dan kontradiksi, penjualan miras yang beroperasi  dekat sekali dengan lembaga pendidikan yang menciptakan anak didik yang cerdas dan pandau, namun juga membentuk karakter anak didik yang berbudi pekerti luhur serta berakhlakul karimah. Sementara pihak lain dengan seenaknya menjual Minuman keras. "Miris kami menyaksikan ini," tambah Makmur Salim.  Makmur Salim berharap aparatur pemerintah daerah lebih tegas dan intensif dalam mebersihkan miras dikota ini.

Penjualan miras  atau minuman beralkohol( mihol ) sudah dilarang peredaranya di pasar terbuka, termasuk mihol golongan A, yaitu golongan mihol yang kandungan alloholnya dibawah 5 %. Dasar hukumnya adalah Peraturan Mentri Perdagangan no 6 tahun 2015 mengenai pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran dan penjualan mihol. Artinnya, lanjut Makmur mihol tidak boleh beredar terbuka di pasaran.

Pihak  tiga pilar kecamatan Purworejo yang dipimpin Camat Purworejo Supriyanto bersama Kapolsek Purworejo Kompol Ainul Yakin,  Danramil Purworejo Kapten Endar, Naryo mewakili Satpol PP dan Lurah Purworejo M Rusmin, mendatangi toko milik Nico yang selama ini menjual miras oplosan.
Camat, Kapolsek dan Danramil Purworejo saat mendatangi lokasi tidak ditemukan satupun botol minuman keras. Hasilnya nihil, warga di sekitar Toko Miras NICO mengatakan bahwa toko ini sudah tutup sekitar seminggu yang lalu.   "Sudah seminggu ini sudah tidak jualan miras, pak," kata warga kepada petugas yang menanyainya.

Kapolsek Purworejo Kompol Ainul Yakin mengatakan, bahwa tujuan kedatangan para Pimipinan Kecamatan ini, untuk bertemu Nico dan diminta untuk membuat surat pernyataan tidak lagi berjualan miras di wilayah Kecamatan Purworejo. Dan sekaligus menggeledah toko tersebut untuk mencari bukti miras yang diduga disimpan ditoko ini. Namun toko Miras NICO tersebut tutup rapat dan tidak ada penghuninya saat petugas datang.

"Polisi tidak berani membongkar paksa," ungkap Kompol Ainul Yakin, karena membongkar paksa ada aturan hukumnya kata Kompol Ainul Yakin.

Sementara itu Camat Purworejo Supriyanto berjanji akan menyeleseikan  kasus ini hingga tuntas. "Kita akan mengundang Nico si pemilik toko, untuk membuat surat pernyataan tidak menjual lagi miras oplosan di wilayah Purworejo." tegas Camat Supriyanto.

wartawan  :  Prabowo/Kadir
Editor        :  Nugroho Tatag


Hak Jawab / Hak Koreksi:
call / SMS / WhatsApps:
082233590005 / 081357848782
Email: tribunusantara@gmail.com

PASURUAN

[Pasuruan][fbig1][#e74c3c]

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.