TRIBUNUS-ANTARA.COM | PASURUAN  -  Petaka becak wisata bertabrakan dengan truk gandeng hingga menewaskan ibu dan anak peziarah Makam Romo Kiai Hamid, makin melebar dan menjadi pergunjingan warga kota Pasuruan. Banyak pertanyaan Mengapa para tukang becak ugal-ugalan? Ternyata ada pemicunya. Para pengayuh becak wisata yang berjumlah sekita 40 orang ini ugal-ugalan dan kebut-kebutan karena merasa dirinya sudah menyetor uang rutinan tiap mingguan. Setiap minggunya para tukang becak ini dipalak oleh oknum petugas yang mengaku dari Marinir berinisial AR. Setiap tukang becak dikenakan setoran Rp 7 ribuan per minggu

"Saya ini ngebut karena saya ini mendapatkan penumpang lagi." ujar tukang becak teman dari Korban Laka becak Wisata saat diwawancarai di RSUD Soedarsono Sabtu 04/02. Dari terminal wisata ke mesjid bawa penumpang. Kalau tidak segera kembali saya ini tidak dapat duit. Makanya saya dan teman-teman kebut-kebutan untuk memburu penumpang. Tujuannya supaya nututi untuk setoran ke koordinator. Kalau tidak bayar, saya ini tidak boleh mengangkut penumpang. Katanya sih, duit setoran ke orang tersebut untuk setoran juga ke oknum Dishub," ungkapnya sambil wanti-wanti namanya jangan ditulis karena takut dengan preman terminal wisata.

Sejumlah tukang becak lainnya juga mengatakan kalau premanisme dengan sasaran tukang becak wisata ini ada sejak berdirinya terminal wisata. Tidak saja tukang becak, para awak bis wisata yang memarkir bis nya di terminal wisata juga jadi sasaran premanisme. Ongkos parkir bis yang sesuai taripnya hanya Rp 10 ribu, fakta di lapangan para sopir dikenakan tarif liar sebesar Rp 25 ribu/bis. Jika tidak dibayar, sopir bis diminta mengeluarkan bisnya dari terminal.

Permasalahan ini sudah berkali-kali diwadulkan kepada petugas Dishub. Tapi petugas Dishub tidak berani melakukan tindakan. Terbukti sampai sekarang premanisme tersebut masih terus berlanjut. Aksi ini dirasa memberatkan para tukang becak. Pasalnya, tarif becak wisata yang biasanya Rp 7 ribu dari terminal wisata ke Makam Romo Kiai Hamid, sekarang dinaikkan menjadi Rp 15 ribu. Para tukang becak ini meminta kepada Walikota Pasuruan dan Kepala Dinas Perhubungan untuk membasmi premanisme di Terminal Wisata Kota Pasuruan.

penulis :  kadir wahyudi
editor  :  nugroho tatag

   


Hak Jawab / Hak Koreksi:
call / SMS / WhatsApps:
082233590005 / 081357848782
Email: tribunusantara@gmail.com

PASURUAN

[Pasuruan][fbig1][#e74c3c]

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.