TRIBUNUS-ANTARA.COM | PASURUAN, Warga Desa Gerongan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Kamis (16/2/2017) siang, mendadak gempar. Salah satu warga menemukan seorang tidak dikenal tergeletak di persawahan Dusun Pejawan RT 03/RW 04,
Desa Gerongan. Di tubuh pria ini penuh luka bacok. Hampir sekujur tubuhnya bermandikan darah. Korban yang diketahui bernama Solihin (36) ini diduga baru saja dibacok dengan menggunakan senjata tajam.

Oleh warga sekitar korban langsung diusung ke RSUD Bangil yang berjarak sekitar 1 km. Tapi sayang, korban akhirnya tewas dalam perjalanan menuju ke rumah sakit. Petugas yang datang ke lokasi penemuan korban dimintakan visum. Sesuai keterangan sementara, korban jadi korban balas dendam. Apa motifnya, masih dalam penyelidikan petugas Polsek Kraton dan Polres Pasuruan Kota.

“Kita masih selidiku dulu. Saksi-saksi sedang kita mintai keterangannya. Jadi untuk sementara ini kita belum tahu apa motifnya. Namun dari sebagian keterangan yang kita peroleh, kuat dugaan korban dibacok karena aksi balas dendam. Tunggu saja hasil penyelidikan kami,” jelas Kapolsek Kraton AKP Masroni, kepada Tribunusantara.com. Yang diamankan petugas di lokasi kejadian, kaos dan celana yang dikenakan korban, HP Samsung berlumuran darah, dan 1 unit sepeda motor Scoopy.

Kronolgis singkatnya, sekira pukul 13.30 seorang warga menemukan Solihin tergeletak dengan tubuh penuh darah di jalan setapak di area persawahan Dusun Pejawan, Desa Gerongan. Saat ditemukan kondisi Solihin sangat memprihatinkan. Di beberapa bagian tubuhnya luka bacok. Diantaranya, di rusuk bagian atas sebelah kiri. Lalu robek menganga di bagian bahu sebelah kiri. Tahu ini korban yang waktu itu kondisi sadar langsung ditolong warga setempat.

Di tengah perjalanan menuju ke rumah sakit, korban yang ditanya oleh warga sempat menjawab siapa yang telah menganiayanya. Yaitu pemuda berinisial Ta (30) warga Desa Kramat, Kecamatan Kraton. Setelah memberikan siapa pelakunya, korban pun menghembuskan nafasnya yang terakhir. Dari keterangan korban itulah petugas melakukan pengejaran. Sampai sekarang pelaku belum ditangkap. Namun demikian, petugas sudah mengantongi identotas pelakunya.

“Oleh karenanya lebih baik pelaku menyerahkan diri saja. Kenapa? Karena petugas sudah mengetahui identitas pelakunya maupun tempat persembunyiannya. Korban yang terluka paraqh itu akhirnya  tewas dalam perjalanan menuju ke RSSA Malang. Kini mayat korban telah dipulangkan oleh keluarganya,” ungkap Kapolsek Kraton AKP Masroni, SH. (kadir) .

Posting Komentar