TRIBUNUS-ANTARA.COM | PASURUAN - Kebijakan Walikota Setiono yang menggabungkan dua paguyuban becak Wisata Kota Pasuruan sebelumnya adalah salah satu upaya untuk menertibkan keberadaan becak wisata di Kota pasuruan.
Namun upaya Walikota Pasuruan tersebut sepertinya tidak mempan dan image buruk Becak Wisata masih saja ada dan melekat pada warga Kota Pasuruan.

Setelah kecelakaan Becak Wisata yang menyebabkan dua korban meninggal dunia, upaya dilakukan oleh pemerintah kota Dinas perhubungan memberikan pengarahan kepada para pengemudi becak wisata. Becak wisata dijadikan satu, baik yang mangkal di Masjid Jamik maupun yang mangka di Terminal wisata sudah kompak satu paguyuban, Senin (06/02/2017)

Namun pantauan tribunus-antara.com di lapangan praktek rebutan penumpang, ugal-ugalan dan kebut-kebutan dari tukang becak wisata masih saja terjadi. Kamis 09/02 saat datang rombongan bis pariwisata di terminal wisata, kontan para penumpang yang hendak beziarah naik becak wisata tersebut ke Masjid Jamik Kota Pasuruan.

Nampak para tukang becak wisata selain ngebut juga menguasi seluruh badan jalan, sehingga membuat kendaraan baik bus maapun truk di belakangnya susah untuk lewat mendahului. Jalan Arjuna atau jalan Letjend Soeprapto adalah jalan Nasional yang dilalaui oleh kendaraan bertonase besar seperti truck, tronton, Dump truk dan bus-bus lintas Propinsi.

Kejadian laka beberapa waktu lalu menyisakan trauma terhadap warga masyarakat kota Pasuruan terutama yang tinggal di seputaran jalan Letjen Soeprapto. Mereka sering melihat kejadian kecelakaan yang korbannya pasti meninggal karena tergilass oleh kendaraan besar.

"Banyak yang uga-ugalan dan ngawur, mas." ujar Muslimin warga Kandangsapi jalan Letjen Soeprapto gang 4 kepada wartawan. Belok kanan-kiri saenak e dewe, mas. Kadang juga uber-uberan sesama tukang becak. Dampaknya dalam 6 bulan ini sudah terjadi dua kali kecelakaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Walikota Pasuruan Setiyono kepada beberapa awak media mengatakan bahwa kejadian Laka Lantas yang menyebabkan dua korban meninggal dunia warga Candi kab.Sidoarjo adalah becak  wisata ilegal, oleh karena itu pihaknya langsung turun lapangan untuk melakukan upaya penertiban dan pendataan.

“Setelah Kita Usut ternyata itu becak ilegal." kata Setiyono  kepada awak media. Kami sudah melakukan penertiban dan pengawasan serta  pemantauan terhadap keberadaan becak wisata tersebut. Walikota Setiyono mengaku sudah meminta Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mendata jumlah becak wisata di Kota Pasuruan. Sementara tercatat ada 140 becak yang sering di terminal pariwisata dan 90 becak yang di Alun-Alun/Masjid Jamik Kota Pasuruan.

liputan : dyland dan Eenk
editor   :  nugrohotatagyuwono


Posting Komentar