Pasuruan, tribunus-antara.com  -  Ratusan warga
di sejumlah desa di sepanjang Kecamatan Winongan dan Kecamatan Grati, pagi tadi, ramai-ramai turun ke jalan. Mereka beraksi menutup jalan yang berlubang-lubang di sepanjang jalan raya Grati - Winongan. Sebagai bentuk kekesalannya, warga menanam pohon pisang di lubang-lubang jalan. Sebelumnya warga menutup lubangnya dengan tanah dan geragal. Aksi mereka mendapat penjagaan dari petugas Polsek Winongan dan Grati.

Aksi warga ini dilakukan di Dusun Bulak, Desa Menangas, Kecamatan Grati. Wakil Bupati Pasuruan H.Riang Kulup Prayudha yang ada di lokasi berjanji kepada warga untuk segera menindak lanjutinya dengan menutup badan jalan dengan cara tambal sulam. "Sudah lama jalan ini rusak tapi tidak pernah ada respon sama sekali dari pemerintah. Masak pemerintah mulai dari tingkat desa sampai kabupaten yang lewat sini seakan tutup mata," ungkap Suradi, warga Desa Menangas, sembari menancapkan batang pisang ke lubang jalan.

Kata warga, sebenarnya sudah berkali-kali dilaporkan. Baik kepada perangkat desa maupun kepada kecamatan hingga kepada pemerintah kabupaten. Intinya warga minta supaya badan jalan yang berlubang-lubang itu segera ditambal. Jika tidak, pemerintah hendaknya segera membangun atau megaspal kembali jalan-jalan yang rusak. Nyatanya laporan warga tidak pernah digubris.

Karena tidak ada perhatian, kerusakan badan jalan tersebut kian parah. Para pengguna jalan, utamanya pengendara sepeda motor yang paling merasakan sulitnya melintas. Tahu kondisi ini, beberapa kali warga sekitar menguruk dengan tanah apa adanya. Tapi selang tidak berapa lama lagi kembali rusak. Dan lubangnya kian parah. Warga yang marah sempat menghentikan dup truk yang melintas di sepanjang jalan tersebut.

"Yang kami minta kepada Bapak Bupati, hendaknya dump truk pengangkut sirtu dan batu tambang harus dialihkan ke jalan lain supaya tidak merusak jalan. Kalau tidak begitu, Bupati harus membangunkan semacam kargo. Tujuannya supaya dump truk ukuran tonase besar berhenti di kargo. Pokoknya kalau sudah ada perbaikan, kami minta Pak Bupati supaya melarang dump truk besar melintas. Termasuk kendaraan besar-besar milik pabrik," tandas Supi'i dengan nada tinggi.

Pagi itu, warga datang dengan menenteng berbagai peralatan dan sejumlah batang pohon pisang. Sampai di lokasi, warga langsung menghentikan dump truk yang berlalu lalang. Setelah itu warga menanam pohon pisang. Aksi warga ini ditunggui Wakil Bupati Pasuruan Riang Kulup Prayudha dan Kapolsek Winongan AKP I Nengah P dan Camat Winongan dan Grati.

Wabup menanggapi aksi warga ini mengatakan kalau pihaknya segera menindak lanjuti dengan dinas terkait. Sebagai langkah awal, pihaknya meminta kepada dinas untuk menutup lubang-lubang tersebut dengan sistem tambal sulam. "Kita akan lakukan tambal sulam supaya bisa dilintasi lagi," kata Wabup yang langsung disambut gempita oleh warga. Setelah itu warga pun membubarkan diri.

pewarta :  nur dan joko
editor    : kadir zaelani
   

Posting Komentar