TRIBUNUS-NTARA.COM | KEDIRI, Madarasah Ibtidaiyah yang berdiri di dusun Sono Desa Kepuh kecamatan Papar kabupaten Kediri saat ini membutuhkan bantuan rehab kelas dan penambahan ruang kelas baru. Sekolah yang berdiri tahun 1969 itu memiliki siswa 103 orang Kelas 1 : 21 orang Kelas 2 : 25 orang, Kelas 3 : 13 orang, Kelas 5 : 16 orang, Kelas 6 :  orang. Kini, terancam akan diturunkan statusnya dari sekolah terakreditasi A akan diturunkan menjadi B. Pemerintah daerah setempat menerapkan aturan tersebut karena Madarasah Ibtidaiyah yang berada dibawah naungan Yayasan Guppi Al Hidayah tersebut tidak juga memperbaiki bangunan serta penambahan ruang kelas baru.

" Status Terakreditasi A akan diturunkan, mas," ujar Kepala MI Solichah kepada awak media Sabtu 19/02 melalui pesan singkatnya di Whatsapp. Yang harus direhab itu 2 kelas, Kalau tidak segera diperbaiki Akreditas A akan di cabut.
 Perjuangan meraih status Akreditasi A amat sulit, Kami harus hutang sana sini dengan keterbatasan kemampuan kami, dan alhmdulillah Kami mampu meningkatkan status pendidikan di lembaga Kami sampai sekarang," imbuh Solichah

Solichah melanjutkan bahwa pihak sudh beberapa kali melakukan pertemuan dengan Komite dan pihak Yayasan, Namun karena membutuhkan dana yang sangat besar, akhirnya sampai saat ini tidak ada solusi apapun terkait pengadaan dana untuk melaksanakan pembangunan Madarasah tersebut. Dirinya juga mengaku sudah beberapa kali mengajukan proposal bantuan kepada pemerintah daerah, namun hasilnya nihil alias tidak pernh teralisasi. Sampai pihak sekolah membuat kalender lalu dijual kepada wali murid, namun usaha tersebut masih belum cukup untuk mampu realisasikan Madarasah yang berdiri 48 tahun di desa Kepuh untuk tetap bertahan dengan statusnya saat ini. (hariono)



Hak Jawab / Hak Koreksi:
call / SMS / WhatsApps:
082233590005 / 081357848782
Email: tribunusantara@gmail.com

PASURUAN

[Pasuruan][fbig1][#e74c3c]

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.