TRIBUNUS-ANTARA.COM | PASURUAN, Banjir yang lagi-lagi melanda wilayah Kota dan Kabupaten Pasuruan akibat meluapnya sungai Welang Selasa 28/02/2017 menyebabkan munculnya keprihatinan dari banyak kalangan. Kecamatan Gadingrejo

sendiri bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Kota Pasuruan, menggelar dapur umum di pendopo Kecamatan Gading Rejo dibantu relawan FKCL-Forum Komunitas Cangkru'an Relawan- dan FPBI-Forum Peduli Bencana Indonesia-. Mulai memasak, membungkus sampai membagikan nasi bungkus kepada korban banjir dilakukan  dengan gotong royong.

Kurniawan Kasi Trantib Kecamatan Gading Rejo yang juga koordinator pendistribusian bantuan korban banjir, mengatakan bahwa, berdasarkan pengalaman yang lalu,dibutuhkan sekitar 1500 hingga 2000 nasi bungkus untuk mengcover tiga Kelurahan kawasan  banjir. Pemerintah Kota Pasuruan memberikan bantuan berupa nasi bungkus yang didistribusikan melalui Kecamatan Gading Rejo. Bantuan  ini dipasok oleh Dinas Sosial dan Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan.

"Dapur umum Kecamatan Gading Rejo hingga saat ini telah mengirim sekitar 400  nasi bungkus yang sudah dibagikan ketiga Kelurahan.prediksi kami hanya perlu ditambah sekitar 300 bungkus lagi hingga banjir surut.”Ujar Wawan sapaan akrab Kurniawan.

Menurut pantauan wartawan media ini,banjir mulai ssurut pada pukul 02 dini hari. Arus lalu lintas kembali lancar dan kendaraan besar yang sempat parkir menunggu banjie surut,sudah mulai meninggalkan lokasi. Banjir mulai naik sekitar pukul 17.30 di pedukuhan Karang Asem Karang ketug Kecamatan Gading Rejo Kota Pasuruan

Banjir meluapnya kali welang Kraton membuat sebagian kawasan langganan banjir di tiga kelurahan yakni, Kelurahan Karangketug,Randusari dan Krapyak Rejo Kota Pasuruan pun terendam banjir. Banjir kiriman
dari kawasan "atas", Malang, Lawang dan Purwosari ini mengagetkan warga, pasalnya di kawasan Kota Pasuruan sejak pagi hingga malam, terang benderang alias tidak turun hujan. Dua bulan ini banjir sudah 13 kali melanda dikawasan langganan banjir ini.

Ratusan rumah yang terendam banjir untuk sementara ditinggal penghuninya mengungsi ke sanak familinya,sebagian warrga,khususnya lakilaki masih bertahan di rumahnya untuk menjaga barang barang perabotan rumah tangga yang tidak ikut diungsikan. Untuk meringakan beban korban banjir Kali Welang ini. (kadir)

Posting Komentar