TRIBUNUS-ANTARA.COM | PASURUAN,  Tragis menimpa Riadi Arifin (30) warga Dusun Sengkan RT 01/RW VI Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. Rabu (8/2/2017) tadi, tewas mengenaskan. Tubuhnya diseruduk Kereta Api (KA) Mutiara Selatan jurusan Bandung - Malang Nomor Loko LOG CC 206, 1319 dengan Masinis M. Purnomo Asisten M. Solikin dan Kondektur Samsul Alimudin dari Stasiun Sidotopo, Surabaya. Pemuda tuna rungu ini tertabrak moncong KA ketika dalam perjalanan pulang ke rumahnya di Dusun Surengrono, Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo atau kira-kira 400 meteran dari rumahnya.

Saksi mata, Rudi, menjelaskan, saat itu korban sedang berjalan kaki sendirian. Bersamaan dengan itu, dari arah belakangnya sedang meluncur KA Mutiara Selatan. Masinis yang melihat ada orang berjalan di atas rel langsung membunyikan klakson. Berkali-kali di  klakson tapi korban tidak mendengarnya. Bahkan ada beberapa warga sekitar yang sempat meneriakinya korban supaya minggir. "Karena korban yang tuna rungu, klakson dan teriakan warga pun tidak dengar," ujar Rudi yang ikut menggotong mayat korban bersama warga lainnya dan petugas Polsek Sukorejo.

Korban yang terus saja berjalan, akhirnya disantap moncong KA. Akibatnya, kaki kiri hingga lutut putus dan lengan kanan sampai siku juga putus. Warga yang mengetahui kecelakaan tersebut berhamburan keluar untuk memberikan pertolongan. Sementara itu Masinis dan awak KA lainnya langsung menuju ke Stasiun Sukorejo untuk melihat kondisi korban. Setelah koordinasi dengan polsek setempat sudah selesai, KA kembali melanjutkan perjalanannya. Sementara korban dibawa ke kamar mayat RSUD Bangil guna visum. "Korban akan kita bawa ke RSUD Bangil guna divisumkan," kata petugas Polsek Sukorejo. (kadir)


Hak Jawab / Hak Koreksi:
call / SMS / WhatsApps:
082233590005 / 081357848782
Email: tribunusantara@gmail.com

PASURUAN

[Pasuruan][fbig1][#e74c3c]

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.