TRIBUNUS-ANTARA.COM | PASURUAN,  Demo warga Desa Winongan Lor, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, Senin (20/2) pagi, berbuntut. Warga yang ada di desa sepanjang jalur angkutan tambang batu dari kawasan Desa Kedungrejo, Kecamatan Winongan, menuntut supaya 5 lokasi penambangan tambang batu yang ada di Desa Kedungrejo tersebut ditutup. Alasannya karena angkutan ke lima usaha tambang inilah yang dituding sebagai biang petaka bagi pengguna jalan penghubung Desa Umbulan - Pasar Winongan. Ancaman warga, jika sampai pekan depan tetap tidak ditutup, maka warga akan memblokir lagi.

Bahkan, kata warga, rencana di ujung perbatasan tiap desa akan dipasang portal. Artinya truk pengangkut batu tidak diperbolehkan melintas.  Sebenarnya persoalan ini sudah berkali-kali dilakukan pertemuan dengan wakil warga. Baik antara Muspika dengan warga, maupun Muspika, warga dan penambang. Tapi fakta yang ada, penambang banyak tidak penuhi janji. Meski janji itu sudah dibuatkan surat pernyataan. Pertemuan terakhir, Januari 2017 lalu, penambang kembali menebar janji. Yaitu, akan memenuhi tuntutan warga. Diantaranya, truk yang mengangkut batu akan selalu menutup bak truk dengan terpal. Lalu, iring-iringan dump truk tidak akan lebih dari 2 unit truk.

"Semuanya hanya bohong belaka, Pak. Nyatanya sampai sekarang para sopir truk tidak mematuhi surat perjanjiannya. Pemilik tambang hanya mbideg saja. Hampir seluruh dump truk yang melintas tidak pernah mematuhi tuntutan tersebut. Makanya demi keselamatan warga sepanjang jalur yang dilalui dump truk tambang batu, maka kami memilih memblokir jalannya. Silahkan seluruh dump truk batu ini memilih jalur lain. Terus saja, dilalui dump truk pengangkut batu tidak ada untungnya bagi warga," tegas Surat, sebut saja begitu, warga Desa Winongan Lor kepada Tribunusantara.com

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Desa Winongan Lor geram dengan janji-janji dari para penambang galian tambang di wilayahnya. Warga pun memblokir jalan, Senin (20/02/2017). Puluhan warga memasang drum-drum bekas di tengah jalan yang menghubungkan akses jalan Winongan - Umbulan jalur angkutan dump truk pengangkut batu. Januari lalu, pertemuan dihadiri oleh anggota Komisi 4 DPRD Kabupaten Pasuruan, diantaranya Haji Sholeh dan Abu Bakar (Bang Ayyub). Hadir juga Kapolsek Winongan, Danramil Winongan Kapten M.Soleh, LSM dan Seluruh Kepala Desa di Kecamatan Winongan. Acara yang digelar oleh Camat Tectona Jati tersebut juga mengundang tokoh ulama Ustad H.Karim, Mpdi.

Dalam pertemuan tersebut intinya masyarakat mengeluhkan jalan-jalan yang rusak dan hancur karena angkutan berat dari truk Tambang di desa-desa wilayah kec.Winongan. Warga meminta untuk mengurangi kapasitas tonase truk agar sesuai dengan kelas jalan. Warga juga meminta agar truck-truk proyek yang memuat tanah urug dan sirtu tersebut menutup dengan terpal agar debu tanah tidak menganggu warga.
Selain itu, pihak pengusaha tambang wajib memperhatikan sarana dan prasarana masyarakat seperti saluran gorong-gorong air, jalan serta jembatan yang rusak akibat truk proyek yang muatannya melebihi kapasitas. Dan apabila musim hujan seharusnya aktifitas Tambang tidak aktif dulu, karena menyebabkan jalan semakin hancur. Pengusaha tambang saat  mendengar keluhan warga tersebut berjanji akan segera memperbaiki saluran air (gorong-gorong) yang  rusak  dan segera menindak lanjuti saran dan permintaan warga yang telah diutarakan dalam pertemuan tersebut.  (kadir/nur/joko)

                   

Posting Komentar