Kediri | Tribunus-antara.com, Berawal dari tekad guru pengajar yang memiliki back group Ekonomi akutansi ini memulai mengikuti klas seni dan budaya di SMP Negeri 1 Papar kabupaten Kediri. Bidang seni membatik merupakan seni rupa 2 dimensi akhirnya 'terpaksa' harus ditekuninya. Hardini lalu mengikuti les privat membatik, lama kelamaan akhirnya seni membatik yang sebelumnya nol bagi Ardini menjadi sebuah hobby baru yang terus ditekuninya.

Siswa kelas 7-8 anak didik Ardini pun semakin asyik dengan mata pelajaran baru di sekolahnya. Hasil batiknya pun memperoleh apresiasi dari berbagai pihak termasuk rekan guru serta pimpinan lembaga sekolah SMP Negeri 1 Papar kediri. Kombinasi warna yang indah dengan corak warna yang kontemporer, batik hasil karya anak didik Hardini, kian membawa nama sekolah mereka dikenal. Tidak hanya di Kediri dan sekitarnya. bahkan sampai Turis manca negara pun tertarik dengan kreatifitas seni membatik Hardini.

Di rumahnya jalan Gajah Mada no.4 Papar, Hardini menularkan seni rupa batik kontemporer tersebut ke ibu-ibu rumah tangga di sekitar rumah. Ketrampilan ini ternyata mampu membuat para ibu rumah tangga tersebut memiliki penghasilan sampingan. Selain menguasai ketrampilan membatik, mereka bisa membantu penghasilan rumah tangganya.

Tak ada bayangan dalam benak Hardini, tiba-tiba saja rumahnya kedatangan warga manca negara antara lain dari Australia, Portugal, Mexico, Jerman bahkan Kyrghistan. Kedatangan mereka selain tertarik dengan hasil karya batik Hardini, mereka juga ingin belajar  tekhnik mengerjakan serta membuat batik.  Batik Hardini pun terkenal dan saat ini Hardini mengaku kuwalahan dengan pesanan yang semakin banyak. Namun karena ingin mengutamakan mutu serta kwalitas, Andini tetap bertahan dengan kondisi yang ada sekarang.

"Kalau kita paksakan agar memenuhi semua pesanan yang kami terima, saya takut hasilnya nanti tidak memuaskan para konsumen," tutur Hardini kepada tribunus-antara.com melalui seluler. Biar kami bentuk dulu tenaga trampil dan ahli yang siap dengan pemenuhan pesanan yang banyak tersebut, tambah Hardini mengakhiri pembicaraan. (nugroho tatag)            

Posting Komentar

  1. Produk unggulan lokal perlu di angkat dan diberdayakan ,bisa menggangkat perekonomian desa Papar..

    BalasHapus