Pasuruan | tribunus-antara.com, Cinta mampu menghancurkan karang dan membelah samudera, apa lgi hanya sekedar jeruji besi. Lukman (33) warga Dusun Tambakrejo Rt. 02 Rw. 02 Desa Tanjungarum Kec. Sukorejo Kab. Pasuruan menunjukan bukti ketulusan Cintanya kepada ENDANG PALUPI (38) warga Dusun Tambakrejo Rt. 02 Rw. 02 Desa Tanjungarum Kec. Sukorejo Kab. Pasuruan. keduanya pun melangsungkan pernikahan, usai Sholat Dzuhur Jumat (17/03/2017).

Suasana tangis haru dan bahagia pun terasa di sel tahanan Polres Pasuruan, disanalah LUKMAN dan ENDANG mengucap ikrar sehidup semati.
Pernikahan di tempat tak semestinya itu terpaksa dilakukan, karena LUKMAN sedang menjalani proses hukum karena terlibat penyalahgunaan Narkotika Golongan I jenis Shabu atau melanggar Pasal 114 ayat (1) atau pasal 132 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009. Nampak lebih Bahagia nuansanya, pihak keluarga dan penghulu dari KUA datang ke Polres untuk menjalani prosesi pernikahan, LUKMAN tampak sedikit gugup,  akhirnya lancar mengucapkan ijab qabul tersebut dengan 1 tarikan nafas.

Dilaksanakan sederhana dan disaksikan beberapa jajaran anggota Polres Pasuruan, kedua keluarga mempelai pengantin menyaksikan ikrar menyatukan antara dua hati guna meranjut mahligai rumah tangga tersebut. Kapolres Pasuruan, AKBP Muhammad Aldian S.I.K., M.H., melalui Kasat Narkoba AKP Nanang Sugiyono, SH mengatakan, untuk acara pernikahan tersebut, pihaknya menyediakan fasilitas Masjid Al-Mukmin Polres Pasuruan dan ikut mempersiapkan kebutuhan-kebutuhan lain yang dibutuhkan keluarga mempelai.
“Kami siapkan Masjid Al-Mukmin Polres Pasuruan untuk acara pernikahan Lukman, penahanan terhadap tersangka sudah berlangsung kurang lebih 4 hari,” kata Kasat Narkoba.

"Lukman terpaksa melakukan akad nikah di dalam sel penjara Polres, lantaran empat hari lalu LUKMAN tertangkap kasus penyalahgunaan Narkotika Golongan I jenis Sabu atau melanggar Pasal 114 ayat (1) atau pasal 132 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 dan terancam hukum 8 tahun penjara," ucap Kasat Akp.Nanang. Sebelum tertangkap,  pihak keluarga Lukam sudah merencanakan dan mempersiapkan acara pernikahan Lukman.

“Karena ada permintaan dari keluarga, kami mengijinkan dan pernikahan bisa terlaksana,” jelas AKP Nanang. Sementara itu, Endang Palupi, istri LUKMAN  mengaku, tetap melaksanakan pernikahannya karena dia masih setia, dia bersedia melaksanakan pernikahan dengan apa adanya meskipun status suaminya kesandung masalah hukum, Endang Palupi tetap menanti hingga sang suami tercipta nanti bebas.  " Saya percaya Lukman akan menjadi ayah yang baik dari anak-anaknya nanti," ucap Palupi sambil meneteskan air mata haru.  ( nugroho ) 

Posting Komentar