Pasuruan | tribunusantara.com, Khusaeni (53), Sekdes Kraton, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, yang tertangkap Tim Saber Pungli Polres Pasuruan Kota, Kamis (16/3) kemarin, ditetapkan sebagai tersangka. Sejak penetapan itu, Sekdes sudah dilakukan penahanan. Sementara dua orang perangkat desa yang sama-sama tertangkap OTT masih menjalani pemeriksaan. Termasuk Kades Kraton, BH, juga masih menunggu hasil pemeriksaan petugas Saber Pungli.
     
Barang bukti yang diamankan petugas Saber Pungli berupa dokumen akte hibah waris dan uang tunai Rp 3,9 juta. “Sementara ini Sekdes sudah jadi tersangka. Sedang untuk perangkat lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan. Termasuk Bh, Kades Kraton. Apakah Kades jadi tersangka atau tidak. Sekdes yang kita tetapkan sebagai tersangka langsung kita tahan. Secepatnya akan kita selesaikan berkasnya dan segera dilimpahkan ke kejaksaan,” tandas Kasat Reskrim AKP Riyanto, didampingi Kasubag Humas AKP Endy Purwanto.
     
Sementara itu, Suryono Pane, SH, Kuasa Hukum Khusaeni mengatakan kalau kliennya akan dimintakan penangguhan penahanan. Alasannya, karena Sekdes sejak sebelum terkena OTT hingga sekarang kondisinya sedang sakit. Untuk melengkapi persyaratan penangguhannya, petang kemarin. Suryono Pane didampingi petugas penyidik Sat Reskrim membawa Sekdes ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan hingga berita ini diunggah, belum diketahui.
     
Jika kondisi kesehatannya mengkhawatirkan, saya yakin pihak Sat Reskrim akan mengabulkan penangguhannya. Kata Suryono Pane, penangkapan tersebut diluar dugaan kliennya. “Yang sekarang sedang kita ajukan adalah penangguhan penahanan. Kita tidak serta merta untuk dikabulkan. Maka itu, sekarang kita minta pengajuan pemeriksaan ke rumah sakit. Dari dasar keterangan rumah sakit itulah nantinya yang dijadikan dasar pengajuan penangguhan penahanan,” ujar Suryono Pane kepada Tribunusantara.com Kamis 16/03 pukul 17.30 di halaman Mapolresta Pasuruan.
     
Kamis sore Khusaeni pun berangkat ke dokter dengan didampingi 2 orang petugas Sat Reskrim bersama dengan Suryono Pane. Dengan mobil petugas, hingga petang, belum diketahui hasil pemeriksaannya. “Lihat sendiri bagaimana kondisi kesehatan klien kami. Makanya, kita ajukan untuk penangguhan penahanan supaya bisa istirahat,” kata Suryono Pane saat ditemui di Mapolresta Jl Gajah Mada, Kota Pasuruan.

wartawan :  kadir zaelani
editor       : nugroho tatag

Posting Komentar