Pasuruan, Tribunus-antara.com -  Sudah hampir 1 bulan ini para pengguna jalan perbatasan antara Pacet, Kabupaten Mojokerto - Lumbangrejo, Kabupaten Pasuruan, resah. Pasalnya, di kanan jalan tepat di sebelah tugu batas ada 2 pohon Mahoni berukuran besar posisinya miring seperti hendak roboh. Para pengguna kendaraan roda dua, tiap kali melintas di bawah ini selalu berhenti sementara untuk memastikan kondisi aman. Sedang untuk kendaraan roda dua, kalau warga sekitar masih menyempatkan diri berhenti melihat kondisi kedua pohon tersebut.

Sementara bagi kendaraan roda dua dan roda empat asal luar kota yang akan menikmati wisata di dua kabupaten ini nyelonong saja. Kekhawatiran warga sekitar, sewaktu-waktu kedua pohon berdiameter 20 cm ini roboh lalu menimpa pengedara jalan. "Awalnya kemiringannya tidak begitu parah. Tapi setelah satu bulanan ini posisinya sudah semakin miring. Kalau tidak salah sekarang sudah dalam kemiringan sekitar 45 derajat. Mohon kepada pemerintah Kabupaten Pasuruan supaya kedua pohon ini segera ditebang sebelum makan korban," pinta Abu Sofyan, warga Desa Lumbangrejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Dikatakan Abu kepada wartawan Tribunusantara.com, kedua pohon itu miring alias doyong ketika
beberapa waktu lalu kawasan sekitar diterjang angin ribut dan puting beliung. Beberapa pohon di sekitar memang banyak yang tumbang. Namun masih ada dua pohon yang tersisa dan kondisinya makin miring ke arah badan jalan. Beberapa kali masalah ini sudah diberitahukan kepada perangkat desa. Namun selama itu pula tidak pernah ada respon.

"Sekali lagi minta kepada dinas terkait supaya secepatnya menebang pohon tersebut. Saya ingatkan, jangan menebang pohon ketika ada duitnya. Contoh saja, pohon di depan pertokoan atau tempat usaha. Untuk memotong saja dapat bayaran. Tapi kalau seperti ini tidak ada bayarannya jangan-jangan tidak mau menebang. Kepada Bapak Bupati, demi keselamatan banyak orang supaya pohon ini segera ditebang," tegas Abu Sofyan yang diiyakan warga lainnya. (kadir zaelani/nugroho)    


Posting Komentar