Pasuruan  | Tribunusantara.com, Pasca aksi demo menutup jalan oleh Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) jalan rusak sepanjang Banyubiru - Kedungrejo, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, warga kembali resah. Pasalnya, tuntutan warga supaya dump truk bertonase besar tidak melintas di jalan rusak, tidak direspon. Baik oleh Dinas PU Bina Marga Kabupaten Pasuruan maupun para sopir dump truk. Terbukti, dump truk masih terus berlalu lalang. Padahal warga sudah menutup separuh jalan dengan banner dan tong. Ancaman warga, jika sampai Senin pekan depan dump truk masih melintas maka warga akan kembali turun jalan dan menutup badan jalan.

Di lapangan, sudah sekitar 4 tahun lalu Dinas Perhubungan (Dishub) sudah memasang rambu kelas III. Sebagian di pasang di pertigaan Peetigaan Ranggeh, sebagian lainnya dipasang di pertigaan Kedawung dan Banyubiru. Sejak adanya rambu kelas hingga sekarang petugas Sat Lantas jarang melakukan operasi truk bertonase besar. Padahal kalau dicermati, rata-rata tiap hari kendaraan besar yang melintas melebihi tonase rambu kelas III. Diantaranya, dump truk milik PT Merak, tambang batu, tambang sirtu, dan PT Aqua.

Pada 2 tahunan lalu sempat ada warga yang melaporkan Sat Lantas Polres Pasuruan Kota ke Propam Polda. Pasalnya, Sat Lantas tidak pernah melakukan razia meski nyata-nyata kendaraan besar yang melintas telah melanggar rambu kelas jalan. Belakangan ini, ada LSM yang berdemo lantaran dump truk bertonase besar dianggap warga telah merusak aspal jalan. Disusul kemudian pekan lalu LSM GMBI bersama warga kembali demo menutup jalan. Alasannya, karna dump truk sirtu dan kontaener pengangkut air mineral tidak mau mengalah saat padat-padatnya lalu lintas pada jam-jam sekolah.

Sejak itulah Dinas PU Bina Marga menjanjikan untuk menyelesaikan dan merealisasikan tuntutan warga untuk membenarkan badan jalan yang rusak. Para pengusaha sudah siap untuk membantu membenahi perbaikan tersebut. Hari Aprilianto, Kepala Dinas PU Bina Marga, mengatakan, kalau pihaknya akan secepatnya merealisasi tuntutan warga. Aksi demo warga dan rencana perbaikan sudah dilaporkan Hari Aprilianto kepada Bupati Pasuruan HM Irsyad Yusuf. (kadir zaelani)  


Hak Jawab / Hak Koreksi:
call / SMS / WhatsApps:
082233590005 / 081357848782
Email: tribunusantara@gmail.com

PASURUAN

[Pasuruan][fbig1][#e74c3c]

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.