Pasuruan | Tribunus-antara.com, Akses jalan dari Ngopak menuju Banyubiru Senin 06/03 pagi pukul 07.30 diblokir oleh warga. Pemblokiran oleh warga desa Kebonrejo dusun Menangas ini karena jalan rusak parah akibat truk Tambang yang melintas melebihi batas tonase muatan. Selain merusak jalan dan mengakibatkan kecelakaan pengguna motor, juga pernah menjebolkan jembatan jalan beberapa waktu lalu.

Ketua LSM GMBI Asyari kepada tribunus-antara.com mengungkapkan kekesalannya kepada pengusaha tambang dan pemerintah daerah terkait masalah rusaknya jalan. Jalan yang memiliki klas jalan kelas III dengan batas tonase 8 ton, dilewati Dump Truk Kls I pengusaha Tambang bermuatan lebih. Ironisnya lagi pihak Dinas Perhubungan maupun Polisi Lalu lintas  sepertinya membiarkan saja pelanggaran-pelanggaran tersebut.

Asyari menambahkan bahwa Penutupan jalan ini akan terus berlangsung hingga 4 hari atau bahkan satu minggu  hingga Undang-Undang No 22 tahun 2009 tentang Kelas Jalan benar-benar dilaksanakan dan ditegakkan oleh aparat serta pemerintah daerah setempat. Sebelum peraturan tersebut dilaksanakan maka LSM GMBI beserta warga masyarakat di Winongan tetap akan memblokir akses jalan untuk Dump truk para pengusaha tambang.  


Aksi pemblokiran jalan oleh warga desa Kebon rejo Grati ini berjalan dengan damai dan Pihak Kepolisian Resor Kota Pasuruan berjaga-jaga mengantisipasi hal dan kejadian yang tidak diinginkan. hingga berita ini diunggah warga dan Polisi masih berada di lokasi penutupan akses jalan Ngopak-Banyubiru.
(nur hasan/joko.w)
                 


Hak Jawab / Hak Koreksi:
call / SMS / WhatsApps:
082233590005 / 081357848782
Email: tribunusantara@gmail.com

PASURUAN

[Pasuruan][fbig1][#e74c3c]

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.